2 Mobil Listrik Imut Wuling E100 dan E200, Ini Bedanya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • mobil listrik Wuling E100. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    mobil listrik Wuling E100. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    TEMPO.CO, Jakarta - Wuling Motors memastikan membawa dua mobil listrik imutnya yakni Wuling E100 dan E200 pada gelaran Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 4 September - 5 September 2019 di Balai Kartini, Jakarta.

    Untuk E100, Wuling sempat memajangnya pada gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019. Sedangkan E200 baru akan diperlihatkan pada IEMS 2019.

    Lantas apa perbedaan Wuling E100 dan E200?

    Product Planning Wuling Motors Indonesia, Danang Wiratmoko, menjelaskan mobil dengan konfigurasi dua penumpang itu merupakan kendaraan listrik kedua dari Baojun (merek wuling di Cina). Mobil juga merupakan pengembangan dari E100.

    Secara spesifikasi E200 tidak jauh berbeda dengan E100. Kata Danang perbedaan lebih ke arah kenyamanan berkendara yakni dengan adanya Noise, vibration, and harshness (NVH).

    "Kalau secara spek tidak signifikan yang jadi point of improvment adalah hal-hal yang bisa dirasakan yaitu NVH yang membuat kabin lebih senyap dan desainnya," katanya.

    Selain itu E200 juga memiliki fitur Intelligent Auto Driving, yang membuat mobil bisa mencari parkir sendiri dengan aplikasi. Dan datang menjemput pemilik saat mau kembali menggunakannya.

    Interior mobil listrik Wuling E100. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    "Konsumen bisa parkir otomatis pakai aplikasi, misal saya akan milih tempat parkir yang terseria mobil akan jalan sendiri ke tempat yang dipilih pakai aplikasi, setelah sampai, otomatis mobil mati, kunci pitu, dan kasih notif kepengguna. Sebaliknya pas sudah mau balik kita panggil, mobil samperin di lobi," jelas Danang.

    "Tapi di Cina juga baru di tempat-tempat tertentu karena infrastrukturnya juga harus terintegritas dengan mobil," tambah Danang.

    Sedangkan untuk sistem penggerak dan fitur, Wuling E200 tidak jauh berbeda dengan E100. Mobil dibekali penggerak listrij dengan baterai lithium yang mampu menghasilkan daya maksimum 29 kW dan torsi 110 Nm. Dalam kondisi penuh, mobil dapat menempuh jarak hingga 250 km.

    "29 kW itu setara dengan 40 hp. Waktu pengisian baterainya Kalau kita pakai sumber lisrrik yang daya 3.3 kWh 8-12 jam mulai dari 20 persen sampai 100 persen. Kalau sumber tenaga lebih besar durasi jadi lebih sedikit 6.6 kWh pengisian di bawah 5 jam sudah penuh," jelas Danang.

    Tampilan luar mobil dirancang dengan sentuhan elemen geometri yang menonjolkan karakter futuristik. Pada bagian kabin, dashboard tampil moderen dilengkapi dengan 11 tempat penyimpanan mulai dari pintu, konsol tengah, hingga tempat penyimpanan tersembunyi di bawah bangku penumpang.

    "Ini yang beda juga dibanding E100 yang hanya punya 10 tempat penyimpanan," ucap Danang.

    Fitur modern juga melengkapi E200 yang tidak berbeda dengan E100, diantaranya keyless entry, stratt stop button, electric parking brake, konektivitas bluetooth dan Wifi, dan yang sudah dibahas tadi intellegent Auto Driving. Mobil juga dilengkapi tiga mode berkendara yakni Eco, Normal, dan Sport. Fitur hiburan juga tidak lupa disematkan melalui konekso bluetooth, USB, dan radio.

    Tidak lupa pula fitur keselamatan yang lengkap mulai dari elctronic stability control (ESC), rear parking sensor, parking camera, ISOFIX, SRS Airbag, tire pressure monitoring system (TPMS), hingga sistem deslerasi ABS dan EBD.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.