Mobil Listrik Renault Zoe Akan Mengaspal di Indonesia?

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Renault Zoe dengan desain hatchback, menjadi sebuah mobil listrik yang irit dan dan mempunyai bentuk yang bagus. Bentuknya yang minimalis dengan mengesankan bahwa mobil ini ecofriendly. dieselstation.com

    Renault Zoe dengan desain hatchback, menjadi sebuah mobil listrik yang irit dan dan mempunyai bentuk yang bagus. Bentuknya yang minimalis dengan mengesankan bahwa mobil ini ecofriendly. dieselstation.com

    TEMPO.CO, JakartaRenault Zoe mobil listrik imut kemungkinan akan menjadi jagoan Renault di Indonesia. Mobil ini akan menjadi pelengkap varian mobil listrik setelah keberadaan Twizy mobil listrik beroda tiga dengan dua penumpanh yang lebih dulu mejeng di ajang Gaikindo Indonesia Internstional Auto Show (GIIAS) 2019.

    Akun resmi Instagram Renault Indonesia @id_renault menyebut Renault Zoe merupakan mobil listrik populer di Eropa. "Selain Twizzy, kita juga memiliki salah satu mobil listrik unggulan yang sudah terkenal di Eropa yaitu Renault Zoe," tulis Renault dalam cuitannya, Selasa 3 September 2019.

    Renault Zoe yang mengandalkan motor listrik mampu menyemburkan daya hingga 109 tenaga kuda dengan jarak jangkauan 400 kilometer.

    Tidak hanya pada bagian eksterior mobil Renault Zoe saja yang terlihat ecofriendly tetapi juga pada bagian interior mobil ini. Mobil ini dijual di Perancis dengan harga Rp 186 jutaan. motortrivia.com

    Selain Zoe, Renault juga memiliki mobil listrik konsep yakni Renault Trezor yang mengusung konsep GT Coupe nan sporty dan futuristik. Sayangnya, baik Zoe maupun Trezor belum dikenalkan di Indonesia.

    Sedangkan line up yang sudah dikenalkan di Indonesia yakni Renault Twizy berkonsep mobil perkotaan dengan kapasitas dua penumpang. Yang menarik adalah kendati belum resmi dipasarkan di Tanah Air, mobil ini sudah ada yg memesan saat dipajang di GIIAS 2019 dengan harga sekitar Rp420 juta.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.