Toyota Indonesia Mulai Produksi Mobil Listrik pada 2022

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Toyota memamerkan sejumlah kendaraan listrik di Indonesia Electric Motor Show di Balai Kartini, Jakarta, 4-5 September 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Toyota memamerkan sejumlah kendaraan listrik di Indonesia Electric Motor Show di Balai Kartini, Jakarta, 4-5 September 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, JakartaToyota menyatakan siap memproduksi kendaraan berteknologi listrik pada 2022. Model yang akan diproduksi disesuaikan dengan keinginan konsumen di Indonesia yakni kendaran multiguna dan multiguna sporty.

    Warih Andang Tjahjono, Presiden Direktur PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengatakan, untuk memproduksi kendaran berteknologi listrik yakni hibrida, perusahaan akan menggunakan lini produksi yang sudah ada dengan beberapa modifikasi sesuai dengan kebutuhan.

    "Produksi pertama tahun 2022. Prioritasnya model sport utility vehicle [SUV] dan multi purpose vehicle [MPV]," ujarnya di sela-sela Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu, 4 September 2019. 

    Toyota menyatakan komitmen investasi senilai Rp28 triliun pada periode 2019-2023 termasuk untuk mendukung pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Komitmen investasi itu juga ditunjang oleh ketersedian beragam lini produk kendaraan listrik seperti hibrida hingga fuel cell.

    Warih menegaskan, pada tahap awal disamping terus meningkatkan pemahaman kendaraan listrik bagi konsumen domestik, perusahaan juga melihat tren pasar ekspor. Menurutnya, tren global saat ini mengarah pada kendaraan lebih irit bahan bakar.

    "Karena kami juga tidak ingin, saat berubah nanti, ekspor kami harapkan naik. Ada ICE masih oke, negara seperti Australia, Amerika Selatan ada yang beralih, nah itu kami harus masuk. Itu juga jadi perhatian utama," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.