PLN Tawarkan Banyak Insentif untuk Pengguna Kendaraan Listrik

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sepeda motor listrik Gesits di pameran Indonesia Electric Motor Show di Balai Kartini, Jakarta, 4-5 September 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Sepeda motor listrik Gesits di pameran Indonesia Electric Motor Show di Balai Kartini, Jakarta, 4-5 September 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menyediakan sejumlah insentif kepada pemilik kendaraan listrik. Salah satunya adalah bebas biaya penambahan daya listrik.

    Bagi pemilik sepeda motor, PLN bakal memberikan diskon sebesar 75 persen ditambah keringanan tarif 30 persen jika melakukan pengisian daya pada malam hari. Diskon itu pun berlaku hingga akhir tahun ini.

    General Manager PLN Disjaya Ikhsan Asaad mengatakan harga listrik per Kwh sekitar Rp1.640 per Kwh tetapi harga itu masih terus dibahas dengan stake holder terkait. Menurutnya, tujuan utama PLN ialah mendorong masyarakat untuk mulai menggunakan kendaraan listrik.

    "Nantinya lebih murah dari harga bensin minimal 30 persen hingga 40 persen kami bersinergi dengan BUMN lain juga," ujarnya, Rabu, 4 September 2019.

    Khusus untuk bus listrik, Ikhsan mengatakan pihaknya telah berdiskusi dengan PT Transportasi Jakarta (Trans Jakarta) untuk merumuskan harga listrik yang tepat bagi bus listrik. Menurutnya, bus listrik dapat memanfaatkan keringanan tarif dengan mengisi daya pada malam hari.

    Insentif diberikan karena banyak pembangkit yang tidak optimal digunakan pada malam hari karena aktivitas industri yang terhenti. Dengan daya jelajah bus listrik hingga 400 km, katanya, tidak masalah ketika beroperasi pada siang hari.

    "Nanti kita lihat kalau pakai listrik cas malam murah, banyak power plant kami tidak terutilisasi baik. Kami harus turunkan power plant yang murah, mengisi daya malam hari kemudian dipakai siang hari," katanya.

    PLN sendiri akan membangun lima fast charging station, satu ultra fast charging dan 10 charging station di Jakarta pada tahun ini.

    "Nantinya akan diresminkan pada 27 Oktober 2019 bertepatan pada hari listrik," ujarnya.

    Ikhsan menuturkan, perseroan telah berdiskusi dengan Pemprov DKI Jakarta terkait lokasi stasiun pengisian listrik umum untuk kendaraan listrik. Lokasi yang dipilih harus strategis seperti di sekitar Monas dan Bundaran Hotel Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.