Tips Aman Berkendara untuk Meminimalisasi Kecelakaan Fatal

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kecelakaan truk. akamaihd.net

    Ilustrasi kecelakaan truk. akamaihd.net

    TEMPO.CO, Jakarta - Kecelakaan lalu lintas memang sulit ditebak, tetapi bisa dihindari. Pembalap senior sekaligus pemegang lisensi Instruktur BMW Global Gerry Nasution, menjelaskan beberapa tips aman berkendara agar terhindar dari risiko kecelakaan fatal di jalan umum seperti yang terjadi di Tol Cipularang KM 91-92 arah Bandung ke Jakarta, Senin, 2 September 2019.

    "Sebetulnya yang perlu diperhatikan saat berkendara di jalan umum apalagi tol adalah jarak mobil yang dikemudikan dengan mobil yang ada di depan dan belakang. Jarak paling aman itu, si pengemudi harus bisa melihat ban mobil di depannya menapak di tanah atau aspal. Itu baru jarak aman," ujar Gerry kepada Tempo, Rabu, 4 September 2019.

    Menurut dia, hal itu jarang diperhatikan oleh para pengemudi padahal sudah menjadi standar aman. Kebanyakan pengemudi, kata dia karena ingin cepat dengan sampai sudah tidak peduli lagi.

    "Itu jarak aman sehingga kalau ada apa-apa, pengemudi bisa menghindari kecelakaan beruntun. Jadi pada dasarnya itu bisa dihindari kalau punya jarak aman," ujarnya.

    Untuk kasus kecelakaan di tol Cipularang sendiri, dia belum bisa memastikan penyebabnya. Namun bagi Gerry, dengan melihat video yang beredar, kemungkinan mobil dump truk yang menabrak dari belakang kehilangan kontrol, yang entah disebabkan oleh rem blong atau hal lain.

    Lebih lanjut, Gerry percaya bahwa kecelakaan beruntun bisa dihindari jika setiap pengemudi mengetahui jarak aman yang dibutuhkan saat ingi menghentikan laju kendaraan. Setiap mobil kan beda, kata dia, mobil yang kecil akan jauh lebih gampang dikontrol ketimbang mobil yang berat.

    "Dalam kecepatan yang sama misalnya 80 km per jam dengan mobil yang berat 1.3 ton tentu jauh lebih mudah dikendalikan ketimbang memberhentikan kendaraan yang beratnya kira-kira 10 ton," kata dedengkot BMW di Indonesia ini.

    Selain itu, Gerry juga menilai jika masih banyak pengemudi yang tidak memiliki kesadaran bagaimana berkendara dengan baik dan disiplin. Misalnya saja bagaimana patuh terhadap marka jalan, termasuk saat berada di jalan tol. Seperti jalur kiri untuk kendaraan yang kecepatannya lebih lambat. Jalur tengah dan jalur kanan untuk mendahului atau kecepatan tinggi. Tapi beberapa fakta tidak demikian. Banyak kendaraan lambat menyalip yang lebih lambat.

    "Faktor lain yang paling kurang dari pengemudi itu adalah rasa kesadaran dari setiap pengemudi saat berkendara di jalan umum. Seorang pengemudi yang baik itu tidak hanya harus handal mengontrol kendaraannya. Tips aman berkendara yang perlu digaris bawahi adalah pengemudi juga bisa memperhatikan keselamatan dirinya, penumpang dalam mobilnya, dan keselamatan pengguna jalan lain," ucap dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.