Pikap Esemka Bima Meluncur, Harga di Bawah Rp 150 Juta

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil Esemka jenis pikap terparkir rapi di halaman PT Solo Manufaktur Kreasi, pabrik mobil Esemka, di Boyolali, 2 April 2019. TEMPO/Dinda Leo Listry

    Mobil Esemka jenis pikap terparkir rapi di halaman PT Solo Manufaktur Kreasi, pabrik mobil Esemka, di Boyolali, 2 April 2019. TEMPO/Dinda Leo Listry

    TEMPO.CO, Jakarta - Pabrik perakitan mobil Esemka di Boyolali, Jawa Tengah, menurut rencana akan diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo, Jumat pagi, 6 September 2019. Pabrik yang berada di Desa Demangan, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, selama ini sudah memproduksi mobil jenis pikap yang diberi nama Esemka Bima.

    Presiden Direktur PT Solo Manufaktur Kreasi, Eddy Wirajaya, beberapa waktu lalu menyampaikan bahwa Esemka Bima dibuat dalam dua varian mesin yakni 1,2 liter dan 1,3 liter. "Esemka Bisa mudah-mudahan bisa meluncur tahun ini," kata Eddy.

    Tempo sendiri pernah menyambangi pabrik Esemka di Boyolali dan mendapati pikap yang diduga Esemka Bima diparkir di halaman depan pabrik. 

    Senin, 12 Agustus 2019, Tempo kembali menyambangi pabrik Esemka. Mobil pikap yang biasanya diparkir rapi di halaman depan itu kini sudah tidak tampak lagi. Mobil itu terlihat lalu lalang di area sebelah utara pabrik. 

    "Itu area tempat menguji mobil," ujar Eddy Wirajaya saat dijumpai Tempo di Jakarta, Selasa, 13 Agustus 2019. 

    Eddy membenarkan bahwa saat ini ada sejumlah pikap Esemka Bima yang telah diproduksi. Menggunakan mesin 1,2L dan 1,3L besin. Mobil-mobil itu kini sedang menjalani serangkaian pengujian untuk finalisasi produk. "Di test line kami memiliki berbagai medan jalan untuk menguji suspensi, mesin, dan sebagainya," ujarnya.

    Eddy belum bisa menginformasikan kapan mobil itu akan meluncur. Hanya saja ia menjanjikan harga mobil Esemka Bima tidak akan lebih dari Rp 150 juta. "Kami akan mengoptimalkan potensi di daerah, juga membantu perusahaan UMKM untuk sama-sama berkembang," katanya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.