Diluncurkan Hari Ini, Esemka Bima Sudah Diuji Coba Sejak 2013

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mencoba salah satu produk mobil keluaran pabrik mobil Esemka saat meresmikan pabrik mobil PT. Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat 6 September 2019. Pabrik mobil Esemka dengan nilai investasi sebesar Rp600 miliar tersebut dapat memproduksi mobil mencapai 18 ribu unit per tahun atau 1.500 unit per bulan. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

    Presiden Joko Widodo bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mencoba salah satu produk mobil keluaran pabrik mobil Esemka saat meresmikan pabrik mobil PT. Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat 6 September 2019. Pabrik mobil Esemka dengan nilai investasi sebesar Rp600 miliar tersebut dapat memproduksi mobil mencapai 18 ribu unit per tahun atau 1.500 unit per bulan. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

    TEMPO.CO, Boyolali - Meski mobil Esemka Bima 1,2L dan 1,3L baru diluncurkan secara resmi pada Jumat, 6 September 2019, mobil pikap ini ternyata sudah menjadi kendaraan sehari-hari Dwi Budhi Martono sejak 2013. Dwi Budhi Martono adalah guru otomotif di SMK Negeri 2 Surakarta.
     
    "Saya termasuk salah satu inisiator mobil Esemka dulu. Tapi bukan berarti saya punya hak istimewa sehingga bisa punya surat-surat resminya seperti STNK dan BPKB," kata Budhi sambil menunjukkan selembar STNK mobil Esemka miliknya kepada Tempo di pabrik perakitan PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) di Boyolali yang baru diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Jumat siang.
     
    Dalam STNK itu tertera merek Esemka type Bima, jenis MBRG (mobil barang) / pick up, tahun pembuatan 2013, isi silinder 1100 cc, warna putih, bahan bakar bensin, warna TNKB (tanda nomor kendaraan bermotor atau pelat nomor) hitam, dan masa berlaku STNK sampai 2021.
     
    Budhi mengatakan, mobil Esemka sudah memiliki hak paten merek dan logo sejak 2010. "Maka itu pada 2013 saya urus sendiri semua dokumen-dokumen resminya di kepolisian sampai terbit BPKB dan STNK. Ini saya sudah pajak dua kali," kata Budhi yang selama ini juga sebagai konsultan otomotif PT Esemka.
     
    Selama enam tahun mengendarai mobil Esemka untuk aktivitas sehari-hari, Budhi mengaku belum menemui kendala baik dari faktor mesin, suspensi, dan lain-lain. "Sampai hari ini di speedometer-nya sudah tertera angka sekitar 300.000 kilometer. Aman-aman saja. Saya coba ke barat sampai Serang, ke timur sampai Banyuwangi," kata Budhi.
     
    Selain menguji performa mobil Esemka Bima untuk perjalanan jarak jauh, Budhi mengaku juga pernah mengetes daya angkut mobil tersebut di medan dataran tinggi yang terbilang ekstrim. 
     
    "Pernah saya pakai buat mengangkut pupuk seberat satu ton dari Tawangmangu (Karanganyar) sampai ke Cepogo (Boyolali). Jadi dari jalan ngglondor (jalan menurun) sampai nanjak. Padahal daya angkut standarnya sekitar 750 kilogram. Sengaja saya coba overload, dan tidak ada kendala sama sekali," kata Budhi.
     
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.