Kecelakaan Tol Cipularang: 6 Tanda-Tanda Rem Blong

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah mobil mengalami tabrakan beruntun usai ditabrak oleh sebuah bus Pariwisata HS yang mengalami rem blong saat melaju di jalan Raya Puncak, Cipayung, Mega Mendung, Bogor, Jawa Barat, 22 April 2017. Akibat jalan turunan, Bus HS yang mengalami rem blong menghantam 6 mobil dan puluhan mengendara motor. twitter.com

    Sejumlah mobil mengalami tabrakan beruntun usai ditabrak oleh sebuah bus Pariwisata HS yang mengalami rem blong saat melaju di jalan Raya Puncak, Cipayung, Mega Mendung, Bogor, Jawa Barat, 22 April 2017. Akibat jalan turunan, Bus HS yang mengalami rem blong menghantam 6 mobil dan puluhan mengendara motor. twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kecelakaan beruntun yang menewaskan enam orang dalam kecelakaan Tol Cipularang disebabkan rem mengalami kerusakan atau rem blong. Kondisi akan menjadi fatal ketika terjadi saat mobil melaju kencang terutama di jalan tol. Pastinya, kondisi seperti ini tidak hanya mengancam pengemudi namun juga pengguna jalan yang lain.

    Pengemudi harus lebih waspada bisa mengenali rem yang mengalami masalah. Seperti dikutip dari laman Auto2000.co.id, Ada enam indikasi rem mengalami malfungsi, diantaranya:

    1. Pedal rem terasa lebih ringan
    Hal tersebut menandakan bahwa minyak rem pada mobil Anda kuantitasnya sudah berkurang bahkan cenderung habis. Jika minyak rem habis maka injakan pada rem akan terasa ringan bahkan hilang. Kasus ini terjadi karena minyak rem tidak mampu meneruskan tekanan dari pedal rem untuk menekan kampas rem. Pedal terasa ringan ini juga bisa disebabkan adanya angin pada sistem rem dan harus segera dibuang.

    2. Mobil tertarik ke satu sisi saat rem diinjak
    Kondisinya, ketika pedal rem ditekan, mobil seperti membuang ke arah kiri atau kanan. Bisa Anda rasakan dari setir yang tertarik ke arah membuangnya mobil dan Anda harus menahan agar mobil tidak ikut belok. Kemungkinan hal ini terjadi karena adanya ketidakberesan dari saluran distribusi tekanan minyak rem. Mungkin juga efek seperti ini akibat bocornya salah satu silinder piston rem.

    3. Pedal rem terasa keras
    Selain terasa ringan saat diinjak, pedal yang terasa keras pun menjadi tanda rem mobil akan blong. Terjadi lantaran tersumbatnya saluran fluida, pecahnya selang vacum, silinder roda macet atau juga bagian kampas rem terkena oli.

    4. Rem bergetar
    Hal ini terjadi karena kondisi sepatu rem yang mengeras atau rem terkena oli. Jika oli pada rem tidak dibersihkan dapat berakibat rem blong. Rem bergetar juga bisa berasal dari piringan cakram atau teromol rem yang tidak rata. Kondisi akan akan melemahkan kinerja rem dan membuatnya kehilangan tekanan di kondisi kerja yang berat.

    5. Terdengar suara gesekan pada rem
    Biasanya ada komponen yang aus seperti sepatu atau kampas rem. Umumnya terjadi karena kampas rem sudah habis permukaannya dan Anda belum mengganti dengan yang baru. Alhasil, gesekan yang timbul terjadi antara piringan cakram atau teromol dan pegangan kampas rem. Kampas rem sudah tidak memiliki peran lagi di sini.

    6. Jarak pengereman bertambah
    Biasanya Anda bisa memperkirakan jarak pengereman mobil yang dipakai sehari-hari. Makanya, saat terasa jarak pengereman bertambah padahal kondisi jalan baik-baik saja, segera lakukan pengecekan sistem rem mobil.

    Sarannya, jika Anda merasakan gejala-gejala awal di atas, segera tepikan mobil dan periksa secara detail sistem pengereman mobil. Jangan memaksakan untuk terus berjalan karena bisa mengakibatkan kecelakaan saat rem blong.

    Langkah yang tepat untuk mencegah rem blong adalah dengan melakukan servis berkala di bengkel resmi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.