Kecelakaan Tol Cipularang: 8 Kiat yang Dilakukan saat Rem Blong

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi kendaraan yang terlibat pada kecelakaan beruntun di Tol Cipularang KM 91 di Purwakarta, Jawa Barat, Senin, 2 September 2019. Imbas dari kecelakaan maut di Cipularang itu mengakibatkan arus kendaraan arah menuju Jakarta dari Bandung dialihkan keluar gerbang Tol (GT) Cikamuning, Kabupaten Bandung Barat. ANTARA/M Ibnu Chazar

    Kondisi kendaraan yang terlibat pada kecelakaan beruntun di Tol Cipularang KM 91 di Purwakarta, Jawa Barat, Senin, 2 September 2019. Imbas dari kecelakaan maut di Cipularang itu mengakibatkan arus kendaraan arah menuju Jakarta dari Bandung dialihkan keluar gerbang Tol (GT) Cikamuning, Kabupaten Bandung Barat. ANTARA/M Ibnu Chazar

    TEMPO.CO, JakartaKecelakaan Tol Cipularang pada 2 September 2019, membawa duka bagi para korbannya. Dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah truk yang bermasalah karena rem blong sehingga menabrak mobil lain. Dalam tayangan simulasi oleh KNKT, sopir telah berusaha menghentikan mobil namun gagal dan berakhir menubruk mobil lain.

    Kondisi rem blong bisa terjadi kapan saja. Namun perlu diingat bahwa kondisi mobil terawat dan rutin melakukan pengecekan di bengkel bisa mengurangi kejadian rem blong. Seperti dikutip dari Auto2000.co.id, ada beberapa tip untuk melakukan tindakan darurat agar tidak terjadi korban saat mengalami rem blong. Berikut yang harus Anda lakukan ketika mengalami rem blong.

    1. Jangan Panik
    Di tengah situasi yang sangat menegangkan, bukan perkara mudah untuk menjaga emosi. Apalagi kalau situasi jalan padat dan menurun seperti di tol Cipularang. Namun kunci utama dalam situasi ini memang Anda tidak boleh panik. Dengan begitu, Anda bisa fokus pada tahapan mengurangi kecepatan mobil dan mengendalikan situasi dengan baik.

    2. Menurunkan Posisi Gigi Secara Bertahap
    Ketika rem mobil gagal bekerja atau blong, segera turunkan gigi secara bertahap, dari tinggi ke rendah untuk mendapatkan efek engine brake. Ada kemungkinan putaran mesin bakal sangat tinggi ketika menurunkan posisi gigi.

    Jangan langsung pindahkan gigi ke 1 atau L untuk mobil matik. Step by step, turunkan posisi gigi sesuai yang tertera di sisi tuas transmisi. Sesuaikan dengan kecepatan mobil. Untuk mobil matik dengan mode manual, pindahkan tuas ke posisi M dan lakukan penurunan kecepatan secara bertahap. Memang transmisi otomatis kurang besar efeknya, tapi cukup membantu saat darurat.

    3. Menarik Tuas Rem Tangan
    Ketika pengereman mesin mulai menunjukkan hasil, imbangi juga dengan menarik tuas rem tangan. Mengapa menarik tuas rem tangan dilakukan pada langkah kedua? Rem tangan akan langsung menghentikan laju ban sehingga selip dan mobil bisa terbalik. Oleh karena itu, turunkan dulu gigi baru manfaatkan rem tangan untuk menghentikan laju kendaraan.

    Anda juga tidak boleh menarik sekaligus tuas rem tangan. Tekan tombol release rem tangan sehingga tidak mengunci di posisi tertentu dan tarik perlahan tuasnya sampai dirasakan ada gigitan di rem. Lepaskan tuas rem parkir sejenak dan kombinasikan dengan menurunkan posisi tuas transmisi. Anda bisa tarik kembali untuk membantu pengereman darurat hingga mobil benar-benar berhenti.

    4. Jangan Matikan Mesin
    Ada pengemudi yang panik dan langsung mematikan mesin ketika rem blong. Hal ini membuat Anda sulit untuk mengendalikan laju mobil, terutama untuk mobil dengan power steering yang membuat kemudi jadi berat dan sensor-sensor mobil mati.

    5. Jauhkan Kaki dari Pedal Gas
    Pastikan kaki Anda tidak menginjak pedal gas sama sekali. Jauhkan kaki dari pedal agar terhindar dari faktor tidak sengaja menginjak pedal gas.

    6. Tekan Pedal Rem Berulang
    Coba juga untuk menekan pedal rem berulang mobil Anda. Ada kemungkinan rem blong terjadi hanya sementara karena kesalahan pada sistem. Meskipun sistem pengereman sudah berfungsi setelah Anda melakukannya, segera tepikan mobil untuk mengecek kondisi sistem rem. Jangan paksakan dikemudikan karena akan terulang kasus serupa bila benar masalah ada di rem mobil.

    7. Cari Jalur Penyelamatan
    Saat melakukan semua langkah di atas, Anda harus tetap fokus dan memberi perhatian penuh pada kondisi jalan di depan. Dengan memperhitungkan kondisi jalan dan mobil lain, perhitungkan jalur penyelamatan darurat dengan target berhenti di bahu jalan.

    Sesekali tengok spion kiri dan kanan, termasuk nyalakan lampu darurat jika sempat. Jangan lakukan manuver secara tergesa-gesa yang malah akan membuat situasi semakin kacau.

    8. Jika Belum Berhasil, Benturkan
    Usaha terakhir adalah menabrakkannya ke sesuatu yang lunak, seperti parit yang berada di sisi bahu jalan. Bila tidak memungkinkan, benturkan pada pasir, rail guard, pagar kayu, atau hal lain yang aman untuk berbenturan.

    Namun pastikan kecepatan mobil sudah tidak terlalu tinggi untuk mereduksi potensi cidera. Segera tarik rem parkir dan nyalakan lampu hazard begitu mobil berhenti sempurna.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.