Harga VW Kodok Tembus Rp 1,2 Miliar, Ini yang Membuat Mahal

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • VW Kodok yang diklaim bertenaga listrik pertama di dunia dipamerkan di Indonesia Electric Motor Show di Balai Kartini, Jakarta, 4-5 September 2019. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    VW Kodok yang diklaim bertenaga listrik pertama di dunia dipamerkan di Indonesia Electric Motor Show di Balai Kartini, Jakarta, 4-5 September 2019. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    TEMPO.CO, Jakarta - Mobil ikonik dari Volkswagen yakni VW Beetle atau biasa disebut VW kodok, merupakan salah satu mobil legendaris di dunia. Hal tersebut memungkinkan mobil punya harga jual yang tinggi meski merupakan mobil klasik.

    Di Indonesia sendiri, harga VW kodok ada yang tembus hingga Rp 1,2 miliar. Seperti yang disampaikan Ketua harian 1 VW Indonesia (VIA) Didit Soedarto, hingga saat ini angka tersebut masih memegang rekor harga tertinggi.

    "Rangenya ada satu Kodok itu bisa dijual Rp 1,2 miliar. Itu paling mahal sementara ini, tahun 1953," ujarnya kepada wartawan, di Jakarta beberapa waktu lalu.

    Namun memang harga tersebut berlaku untuk VW kodok tahun tua. Sedangkan untuk yang tahun muda, lanjut Didit mengatakan, kisarannya bisa mencapai Rp 50- rekor tertinggi saat ini Rp 450 juta.

    "Itu (Rp 450 juta) tahun 73-74. Sudah restor tapi memang bagus mesin dan semuanya. Kalau tahun muda kisaran mungkin di atas Rp 50 jutaan nah ada ahun muda yangsmepet pecah rekor sampai Rp 450 juta itu tadi," lanjutnya.

    Didit memang mengatakan, jika bermain mobil klasik khususnya VW kodok untuk bisnis, harga tidak pernah turun. Dari ke waktu harga VW kodok terus melonjak.

    "Gini, kalau kita bicara di klasik nggak ada harga turun. Semua menanjak, sesuai, karena apa? Mobilnya itu-itu saja, berputar saja, jadi nggak bertambah kan jadi itu yang bikin mahal," pungkasnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.