Eksklusif: Tempo Jalan-jalan Naik Mobil Prototipe Esemka Bima

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dwi Budhi Martono yang akrab disapa Totok, 56 tahun, si empunya mobil Esemka Bima Prototipe. Mobil ini hanya ada dua, satu lagi dimiliki seorang guru SMK di Riau. Mobil ini masih cukup baik dan bisa digunakan. 10 September 2019. TEMPO/Dinda Leo Listy

    Dwi Budhi Martono yang akrab disapa Totok, 56 tahun, si empunya mobil Esemka Bima Prototipe. Mobil ini hanya ada dua, satu lagi dimiliki seorang guru SMK di Riau. Mobil ini masih cukup baik dan bisa digunakan. 10 September 2019. TEMPO/Dinda Leo Listy

    Totok adalah satu dari dua orang yang memiliki mobil Esemka Bima generasi pertama yang selesai dirakit pada 2012. Adapun satu mobil lagi yang sejenis dimiliki rekannya yang juga berprofesi sebagai guru di salah satu SMK di Riau. 

    "Teman saya itu dulu memaksa beli kembarannya mobil ini karena saking bangganya dengan produk karya anak-anak SMK," kata Totok sembari menyetir, mengajak Tempoberkeliling untuk merasakan pengalaman menumpang mobil Esemka generasi pertama.

    Seperti diketahui, mobil Esemka tipe pikap yang diberi nama Esemka Bima baru diluncurkan pada Jumat pekan lalu bersamaan dengan peresmian pabrik PT Esemka di Boyolali oleh Presiden Joko Widodo. 

    Simak video prototipe mobil Esemka di Pabrik Boyolali:


    Bedanya, Totok mengatakan, mobil Esemka Bima yang baru diluncurkan itu memiliki kapasitas mesin yang lebih besar (1.200 cc - 1.300 cc), menggunakan suku cadang yang lebih berkualitas karena melalui proses quality controlyang ketat , dan dirakit di pabrik yang menggunakan teknologi tinggi.

    Sedangkan mobil Esemka Bima milik Totok adalah prototipe mobil Esemka Bima yang dirakit secara manual oleh para siswa SMK pada 2012 lalu. Kapasitas mesinnya lebih kecil (1.100 cc) dan tampak lebih rendah karena menggunakan velg ring 13. 

    "Esemka Bima yang baru terlihat gagah karena pakai ring 14. Sasisnya beda, desain bodinya beda, interiornya juga beda. Jelas lebih bagus yang hasil pabrikan lah. Kalau mobil ini kan bisa dibilang buatan tangan (handmade). Tapi mobil ini bersejarah" kata Totok sambil tersenyum.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.