SUV Imut Suzuki Segera Hadir, Ini Teknologi yang Diusung

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suzuki S-Presso. Sumber: autocarindia.com

    Suzuki S-Presso. Sumber: autocarindia.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Suzuki India atau Maruti Suzuki akan menghadirkan mobil SUV imut terbaru, Suzuki S-Presso yang merupakan versi massal dari model konsep Suzuki Future S yang hadir 2017. Mobil ini memiliki ukuran bodi yang tidak berbeda jauh dari Suzuki Ignis. Bagian depan memiliki gril yang elegan dari Suzuki Vitara Brezza yang laris di India.

    Suzuki S-Presso akan tersedia dalam total empat varian - Std, LXi, VXi, dan varian tertingginya, VXi+. Mobil ini akan mengusung sejumlah teknologi yaitu ABS, dua airbag depan, sensor parkir belakang, pengingat sabuk pengaman, speedometer digital dan sistem peringatan kecepatan pada varian paling murah.

    Varian LXi akan menambahkan fitur: AC dan power steering. Pada S-Presso VXi sudah menggunakan keyless dengan penguncian pusat, sistem audio SmartPlay Dock dengan konektivitas Bluetooth, jendela elektrik, bumper sporty dan velg alloy.

    Airbag penumpang depan akan menjadi standar pada VXi+ bersama dengan sistem infotainment SmartPlay Studio 7,0 inci dengan pengenalan suara, kontrol yang dipasang di kemudi, ORVM sewarna dengan bodi dan gagang pintu, dan soket gadget 12V-volt.

    Secara keseluruhan, S-Presso akan berhadapan dengan Renault Kwid dalam hal fitur, tetapi Kwid juga mendapat kamera belakang dan velg sporty yang tidak ditawarkan pada S-Presso.

    Suzuki S-Presso akan menggunakan mesin bensin K10B 1.0 liter. Mesin tiga silinder ini menghasilkan tenaga 68hp dan torsi 90Nm, dan akan menjadi satu-satunya pilihan untuk S-Presso. Pada generasi mesin sebelumnya konsumsi bahan bakar mencapai 23,95 kpl. Transmisi gearbox manual 5-kecepatan, Maruti Suzuki juga akan menawarkan opsi transmisi manual otomatis (AMT) pada dua varian teratas (VXi dan VXi +).

    AUTOCAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ratusan Ribu Orang Mengalami Gangguan Pernafasan Akibat Karhutla

    Sepanjang 2019, Karhutla yang terjadi di sejumlah provinsi di Sumatera dan Kalimantan tak kunjung bisa dipadamkan. Ratusan ribu jiwa jadi korban.