2 Kunci Agar Esemka Mampu Bertahan di Tengah Persaingan Ketat

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deretan mobil Esemka di Pabrik Mobil Esemka, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah. Tempo/Dinda Leo Listy

    Deretan mobil Esemka di Pabrik Mobil Esemka, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah. Tempo/Dinda Leo Listy

    TEMPO.co, Jakarta - Esemka saat ini menjadi satu-satunya merek mobil lokal di Indonesia.Esemka harus bersaing dengan banyaknya merek luar di industri otomotif Indonesia.

    Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bemotor Indonesia (Gaikindo), Yohannes Nangoi mengatakan ada dua hal yang akan membuat Esemka maupun merek manapun bertahan dan mampu bersaing di Indonesia.

    Yang pertama adalah kualitas produk yang dibuat. Nangoi beranggapan bahwa Esemka pasti sudah memikirkan dengan baik masalah kualitad sebelum memproduksi mobil-mobilnya.

    "Untuk bisa survive di industri otomotif, satu kualitas produk, saya kira mereka sudah memikirkan dengan baik," ujar Nangoi kepada wartawan, di Makassar, Selasa 10 September 2019.

    Lalu yang kedua adalah layanan purnajual alias aftersales service. Hal tersebut juga menurut Nangoi pasti sudah dipikirkan matang-matang oleh pihak Esemka. Karena Esemka sudah punya pabrik sendiri, artinya lanjut Nangoi, mereka sudah siap untuk segala hal. Dan terakhir adalah harga yang kompetitif.

    "Ini rasanya mereka sudah memperhitungkan dengan baik, tidak mungkin bikin pabrik tanpa memperhitungkan jaringan purnajual dan jaringan jualannya itu sendiri," tutur Nangoi.

    "Sama kompetitif harganya harusnya bisa survive ya," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ratusan Ribu Orang Mengalami Gangguan Pernafasan Akibat Karhutla

    Sepanjang 2019, Karhutla yang terjadi di sejumlah provinsi di Sumatera dan Kalimantan tak kunjung bisa dipadamkan. Ratusan ribu jiwa jadi korban.