Jajaran Produk Mercedes-Benz Debut di Frankfurt Motor Show 2019

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panggung Mercedes-Benz pada ajang IAA Frankfurt International Motor Show 2019. (Mercedes-Benz)

    Panggung Mercedes-Benz pada ajang IAA Frankfurt International Motor Show 2019. (Mercedes-Benz)

    TEMPO.CO, Jakarta - Produsen mobil mewah asal Jerman, Mercedes-Benz menghadirkan berbagai macam jajaran produknya pada ajang IAA Frankfurt International Motor Show 2019, termasuk produk yang melakoni debut perdananya.

    Satu di antaranya adalah sedan listrik VISION EQS. Sedan mewah bertenaga listrik itu melakoni peluncuran perdananya, dan dijadikan produk utama yang ingin dipameran Mercedes-Benz kepada publik. Mobil disebut menggunakan variabel platform full electric drive terbaru yang dapat diskalakan dalam berbagai aspek dan dapat digunakan di semua model.

    Mercedes-Benz mengklaim mobil tersebut hadir dengan kualitas tinggi dengan sistem selfdetermined driving alias autonomus. Untuk tampilannya, mobil memadukan desain emosional, material mewah, dan kenyamanan berkendara.

    VISION EQS disebut mampu menempuh jarak hingga 700 km (menurut WLTP) dan dengan lebih dari 350 kW tenaga serta torsi sekitar 760 Nm, kendaraan ini mampu berakselerasi dari 0-100 kilometer per jam dalam waktu kurang dari 4,5 detik. Mobil juga menetapkan standar tertinggi untuk efisiensi energi. Dengan kapasitas 350 kW, VISION EQS mampu mengisi ulang baterainya hingga 80 persen dalam waktu kurang dari 20 menit.

    Mercedes-Benz VISION EQS. 12 September 2019. (Mercedes-Benz)

    "Untuk pertama kalinya, kami telah mengembangkan platform elektronik terbaru yang secara eksklusif akan memenuhi kebutuhan mobil mewah berukuran sedang dan besar, serta memanfaatkan sepenuhnya semua peluang yang ditawarkan oleh teknologi ini," ujar Ola Källenius, Chairman of the Board of Management Daimler AG dan Head of Mercedes-Benz Cars, pada premier global Mercedes-Benz VISION EQS, dalam keterangan resminya, Jumat 13 September 2019.

    Lalu, sama dengan Mercedes-Benz VISION EQS, GLB terbaru juga dihadirkan kepada publik untuk pertama kali pada Frankfurt Motor Show 2019. Mobil yang bermain di segmen SUV ini memiliki proporsi yang kuat, desain mobil off-road, dan kabin yang luas. GLB terbaru hadir dengan konfigurasi 7 penumpang, pertama untuk Mercedes-Benz di segmen ini.

    Mercedes-Benz GLB dan kendaraan ESF 2019 safety experimental vehicle pada ajang IAA Frankfurt International Motor Show 2019. 12 September 2019. (Mercedes-Benz)

    Pada bagian jantung pacu, mobil dilengkapi dengan mesin bertenaga empat silinder yang efisien, sistem driver assistance dengan cooperative driver support dan sistem infotainment MBUX intuitif.

    Beberapa model new Mercedes-AMG juga dihadirkan pertama kalinya pada pameran di Frankfurt ini yakni, AMG A 45 S 4MATIC+, AMGCLA 45 S 4MATIC+ dan AMG CLA 45 S 4MATIC+ Shooting Brake, selain AMG GLC 43 4MATIC SUV dan Coupe.

    Mercedes-Benz memperkenalkan andalan barunya di kelas AMG, Merceds-AMG A45 S 4Matic+, dalam ajang Frankfurt Motor Show 2019. 10 September 2019. TEMPO/Ali Nur Yasin

    Selain produk, Mercedes-Benz juga menghadirkan ESF 2019 sebuah eksperimen keamanan kendaraan. Mercedes-Benz menampilkan gagasan yang masih dalam penelitian
    dan sedang dikerjakan oleh para ahli keselamatan di Mercedes-Benz.

    Di antara inovasi yang tersedia, ada beberapa perkembangan yang mendekati proses produksi untuk beberapa seri serta inovasi lain yang masih akan terwujud di masa depan. Dengan new Mercedes-Benz GLE sebagai basis desain, ESF 2019 mampu berkendara otomatis sepenuhnya pada berbagai situasi dan memiliki pilihan mesin plug-in hybrid.

    Sebagai informasi, pagelaran IAA Frankfurt International Motor Show 2019, dimulai sejak 12 September hingga 22 September 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.