Toyota Prius Terbaru Dikembangkan Menggunakan Tenaga Surya

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Toyota Prius 2019. (Netcarshow)

    Toyota Prius 2019. (Netcarshow)

    TEMPO.CO, Jakarta - Toyota Motor Corp menyiapkan Toyota Prius terbaru, mobil listrik tanpa colokan listrik atau steker untuk mengisi daya, dengan memanfaatkan panel surya guna menangkap cahaya matahari lalu diolah menjadi tenaga listrik.

    Dilansir Reuters, Jumat, 13 September 2019, dalam proyek demonstrasi yang didanai pemerintah Jepang, insinyur Toyota memasang panel surya yang dirancang Sharp Corp pada kap, atap, jendela belakang dan spoiler untuk melihat berapa banyak daya yang bisa dihasilkan oleh sinar matahari.

    Listrik dari panel kemudian dialirkan ke baterai, sehingga Toyota Prius dapat mengisi daya saat bergerak atau ketika parkir.

    Pada hari yang cerah, kekuatan baterainya bisa menempuh jarak 56 kilometer, lebih dari rata-rata penggunaan mobil orang Amerika sejauh 47 kilometer, menurut studi AAA Foundation Traffic Safety.

    Namun teknologi itu membuat mobil bergantung pada cuaca. Saat cuaca mendung, kinerja Prius akan menurun, sehingga dibutuhkan pengembangan lain untuk mengantisipasi hal itu.

    Panel surya yang dipasang pada Prius berukuran 0,03 milimeter dengan ukuran yang menyesuaikan lekuk bodi mobil. Namun karena adanya cangkang penyangga di antara panel dan bodi mobil, ketebalan perangkat itu menjadi hampir 1 cm.

    Selain itu, fungsi bagasi akan berkurang untuk menempatkan baterai panel surya seberat 80 kilogram.

    Satoshi Shizuka, insinyur utama Toyota untuk proyek itu mengatakan bahwa tantangan dalam pengembangan ini adalah menciptakan perangkat yang lebih ringan dan menekan biaya produksi sehingga bisa dijual dengan harga yang sesuai dengan kantong masyarakat. 

    Antara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.