Inikah Sosok Nissan X-Trail Masa Depan Lebih Kencang dari Tesla

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil konsep iMx Concept calon pengganti Nissan X-trail masa depan. Sumber: motor1.com

    Mobil konsep iMx Concept calon pengganti Nissan X-trail masa depan. Sumber: motor1.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Nissan telah sukses memasarkan mobil listrik LEAF yang angka penjualanna mencapai 400.000 unit secara global. Penjualan Nissan LEAF dilakukan sejak 2010. Tak berhenti di LEAF, Nissan X-trail sebagai mobil handal akan segera dihadirkan dengan mesin listrik.

    Mobil ini tidak akan lama lagi menjadi kenyataan dan berada di jalanan. Automotive News telah melaporkan bahwa Nissan Jepang telah menunjukkan crossover listrik ini kepada para dealer di Amerika Serikat dalam pertemuan bulan lalu.

    Nissan IMx menggunakan mesin listrik.Sumber: motor1.com

    Hanya saja detail dari spek penerus Nissan X-trail ini masih tertutup rapat. Menurut dealer yang ikut dalam presentasi, crossover EV akan memiliki jangkauan hingga 483 kilometer mendekati jangkauan EV crossover terkemuka di pasar seperti Tesla Model X pada 523 km dan Jaguar i-Pace pada 377 km. Bahkan lebih baik lagi, crossover EV Nissan mendatang disebut-sebut memiliki kemampuan untuk berakselerasi dari 0 hingga 97 kilometer per jam dalam waktu kurang dari lima detik.

    Sebagai catatan, crossover EV pertama yang diungkapkan Nissan kepada dunia adalah iMx Concept pada 2017. Model ini tidak akan lama jika crossover produksi akan didasarkan pada konsep eksentrik. Namun secara proporsional, crossover EV Nissan digambarkan sebagai compact oleh dealer - proporsi eksterior Rogue tetapi dengan ruang interior Murano.

    Nissan EV yang baru diharapkan akan diluncurkan pada paruh kedua 2021 dan akan menjadi bagian dari delapan kendaraan bertenaga baterai yang akan diluncurkan Nissan dalam beberapa tahun mendatang.

    MOTOR1 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.