Alasan Suzuki Optimistis Penjualan Semester II 2019 Membaik

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung sedang mengamati mobil Suzuki Ertiga di GIIAS 2019 di ICE, BSD City, Tangerang, 19 Juli 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Pengunjung sedang mengamati mobil Suzuki Ertiga di GIIAS 2019 di ICE, BSD City, Tangerang, 19 Juli 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Agen Pemegang Merek (APM) Suzuki, optimistis kinerja penjualan kendaraan di pasar domestik dapat mencapai tingkat yang kurang lebih sama dengan capaian pada tahun lalu.

    Direktur Marketing SIS Donny Saputra mengatakan, penjualan hingga Agustus tidak sepenuhnya dapat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pasalnya, dia menilai faktor politik dan ekonomi yang terjadi pada tahun ini tidak ada pada 2018.

    Lebih jauh, menurutnya, penjualan kendaraan sejatinya hanya melambat pada Januari—Juni. Pada 2 bulan awal semester II/2019, penjualan mengalami peningkatan. Hal ini menurutnya menunjukkan bahwa faktor tahun politik benar-benar mempengaruhi kinerja semester I/2019.

    “Tapi kalau kami lihat Juli sudah mulai ngegas lagi. Jadi penurunan diakibatkan oleh semester pertama tadi. Efeknya kan industri melambat pada semester I, kemudian semester II terjadi percepatan, kalau tidak salah penjualan kami sudah naik hampir 20 persen dari Juni ke Juli,” katanya kepada Bisnis, Rabu, 18 September 2019. 

    Menurutnya, segmen kendaraan komersial ini paling sensitif terhadap perubahan kondisi ekonomi secara makro. Saat pertumbuhan ekonomi melambat, penurunan kendaraan komersial paling cepat menurun. Adapun, saat ekonomi membaik penjualannya akan meningkat paling awal.

    Pada semester I, penjualan kendaran komersial Suzuki mencapai kisaran 3.800—4.000 unit perbulan. Tingkat penjualan meningkat saat memasuki semester II/2019 langsung meingkat signifikan. Pada Juni dan Juli, penjualan kendaraan komersial Suzuki mencapai sekitar 4.600 unit dan 4.900 unit.

    “Ini disebabkan pada semester ada efek pemilu, ada efek perang dagang, yang terjadi saat ini adalah pent updemand dari konsumen. Wait and see, itu memang terjadi, tapi bukan sepanjang Januari—Agustus, cuma di Januari sampai Juni,” jelasnya.

    Menurutnya, apabila tren peningkatan penjualan kendaraan komersial ini dapat dipertahankan maka hal ini akan diikuti dengan peningkatan penjualan kendaraan penumpang. Dia meyakini, insentif pelonggaran pembiayaan kendaraan yang dirilis pada akhir tahun lalu dapat menjadi faktor pendorong.

    “Kami melihatnya seperti itu dengan melihat data break down-nya. Harapannya kami bisa recovery, dan bisa kejar penjualan secara industri sampai 1,15 juta atau 1,1 juta lah minimal pada akhir tahun ini,” ucapnya.

    Secara total penjualan mobil di pasar domestik hingga Agustus tahun ini mencapai 660.286 unit dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu sebanyak 763,444, kinerja penjualan tahun ini mengalami penurunan 13,51 persen.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.