Alasan Banyak Pengguna Mobil Entry Level Beralih ke BMW

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • BMW Astra bekerja sama dengan PT BRI Multifinance (BRI Finance) menghadirkan program buy back guarantee. 19 September 2019. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    BMW Astra bekerja sama dengan PT BRI Multifinance (BRI Finance) menghadirkan program buy back guarantee. 19 September 2019. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    TEMPO.CO, Jakarta - Konsumen BMW bukan hanya berasal dari kalangan pengguna mobil premium saja. Karena saat ini banyak dari pemilik mobil entry-level yang mulai membeli produk BMW.

    Operation Manager BMW Astra, Teguh Widodo menyebut banyak masyarakat yang tadinya menggunakan mobil entry-level loncat produk premium seperti BMW.

    Dari sekian banyak produk BMW yang dipasarkan di Indonesia, Seri 3 dan X1 menjadi yang paling diincar oleh konsumen entry-level. Terutama untuk X1. "Seri 3 dan X1. Sekarang ramai sebenarnya X1," ujar Teguh kepada wartawan di Jakarta, Kamis 19 September 2019.

    "X1 itu sekarang itu baru kali ini lah kita launch X1 itu free BBN (Bea Balik Nama), di saat BBN naik kita bilang free BBN," tambahnya.

    Selain itu lanjut Teguh menjelaskan, layanan purna jual juga menjadi alasan kenapa konsumen pengguna mobil entry-level mau memiliki BMW X1.

    "Dengan harga kurang lebih Rp 710 juta untuk X1 itu biasanya entry-level, produk Jepang yang biasa mereka pakai itu kan ganti oli bayar, cuma jasanya free. Kalau X1 selama 5 tahun sudah free semua enggak cuma jasanya doang, filternya free, olinya free, sampai micro filter AC pun kita kasih," lanjutnya.

    Hal tersebut juga menunjukan bahwa ketakutan orang untuk membeli mobil Eropa khususnya BMW sudah surut. Karena banyak dari mereka yang takut akan biaya perawatan yang mahal, nilai jual kembali dari mobil Eropa, dan sebagainya.

    "Itu proses ya, sekarang sih orang sudah mulai nggak takut karena ya itu tadi maintenance 5 tahun sudah dijamin. Which is biasanya jangankan mobil Eropa mobil Jepang saja makai rata-rata 3 tahun sudah ganti, ini 5 tahun sudah free maintenance-nya, ditambah lagi sekarang kita keluarin buy back guarantee," ucap Teguh.


  • BMW
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.