Bank Sentral Siapkan Insentif Tambahan untuk Mobil Listrik

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung melihat salah satu mobil bertenaga listrik dalam pameran Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu, 4 September 2019.  TEMPO/Tony Hartawan

    Pengunjung melihat salah satu mobil bertenaga listrik dalam pameran Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu, 4 September 2019. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia ikut membantu kebijakan pemerintah mendorong permintaan mobil listrik atau kendaraan bermotor berwawasan lingkungan. 

    Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia Juda Agung menyatakan untuk mendorong permintaan mobil listrik, bank sentral memang berinisiatif mengeluarkan relaksasi dan insentif tambahan bagi kendaraan bermotor berwawasan lingkungan. 
     
    Melalui Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia September 2019 telah diputuskan pelonggaran Rasio Loan to Value atau Financing to Value (LTV/FTV) untuk kredit atau pembiayaan properti sebesar 5 persen, uang muka untuk kendaraan bermotor pada kisaran 5 persen sampai 10 persen.
     
    Pelonggaran ini masih disertai tambahan keringanan rasio LTV/FTV untuk kredit atau pembiayaan properti dan uang muka untuk kendaraan bermotor yang berwawasan lingkungan masing-masing sebesar 5 persen. Nantinya dua kebijakan ini berlaku efektif pada 2 Desember 2019. 
     
    "Maka untuk mendorong mobil listrik ini demand kami tambah jadi insentif khusus bagi yang berwawasan lingkungan," kata Juda di Kantor BI, Jumat, 20 September 2019. 
     
    Adapun kriteria penerimaan insentif kendaraan bermotor berwawasan lingkungan ini akan disesuaikan dengan standar yang tertera dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 55/2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.
     
    "Kami mengacu dari perpres supaya semua seragam, jadi kami samakan juga dengan listrik berbasis baterai," paparnya.
     
    Perpres ini ditandatangani oleh Presiden Jokowi dan ditetapkan pada 8 Agustus 2019. 
     
    Ada 37 pasal dalam perpres ini. Adapun sejumlah ketentuan yang diatur antara lain; kendaraan listrik, kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, stasiun pengisian kendaraan listrik dan lainnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.