Sudah Meluncur di Prancis, Peugeot 2008 Bakal Masuk indonesia?

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peugeot 2008 (Peugeot)

    Peugeot 2008 (Peugeot)

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah dua mobil Peugeot sport utility vehicel (SUV) yang cukup menggoda yakni 3008 dan 5008, Peugeot dikabarkan bakal merilis SUV terbarunya yakni Peugeot 2008 di Prancis. Lantas apakah mobil bakal masuk ke Indonesia?

    Menanggapi hal tersebut, Chief Executive Astra Peugeot, Rokky Irvayandi belum bisa memberi banyak komentar terkait apakah Peugeot 2008 akan masuk ke Indonesia, dan kapan meluncurnya. Namun Rokky sebelumnya menyebut bahwa Peugeot Indonesia berupaya untuk memasukkan minimal satu model baru ke pasar Indonesia. 

    "Kalau 2008 sebenarnya baru diluncurkan di Prancis ya," ujarnya kepada wartawan, di Jakarta, Sabtu 21 September 2019.

    "Ya ditunggu saja informasi selanjutnya," ujar Rokky.

    Sebelumnya Tempo dan beberapa awak media lainnya melihat ada gambar Peugeot berukuran besar terpampang di Astra Peugeot Cilandak.

    Sebagai informasi, dilansir dari autocar.co.uk, Peugeot 2008 hadir dalam tiga piliha mesin. Yang pertama mesin bensin tiga silinder 1,2 liter turbocharged yang mampu menyemburkan tenaga hingga 130 Hp. Mesin dikawinkan dengan transmisi manual dan otomatis enam kecepatan.

    Lalu ada juga pilihan mesin disel empat silinder 1.5 liter, yang kemungkinan hanya punya pilihan transmisi manual enam kecepatan.

    Mobil ini juga kemungkinan memiliki pilihan mesin listrik 50kWh yang mampu memberi tenaga hingga 101 kW (136 bhp) dan torsi 192 lb ft, dengan jarak tempuh hingga 308 km. Baterai diklaim bisa terisi hingga 80 persen hanya dalam waktu 30 menit. Peugeot 2008 dengan pilihan mesin listrik itu disebut juga sebagai e-2008.

    Di Indonesia sendiri saat ini Peugeot baru menghadirkan dua produk SUVnya yakni 3008 dan 5008.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.