Suzuki Sebut Penjualan Mesin Kapal Tumbuh 19 Persen

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • General Manager Strategic Planing Departement PT SIS El Mochizuki, Made Santi pemilik Santi Marine dan Marine Deputy General Manager PT SIS Gunadi Prakosa. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    General Manager Strategic Planing Departement PT SIS El Mochizuki, Made Santi pemilik Santi Marine dan Marine Deputy General Manager PT SIS Gunadi Prakosa. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Gunardi Prakosa, Marine Deputy General Manager PT Suzuki Indomobil Sales mengungkapkan penjualan mesin kapal Suzuki mengalami tren positif dengan adanya kenaikan hingga 19 persen. Ia menyebut pertumbuhan tersebut melebihi target yang telah ditetapkan. "Sebenarnya kami hanya menetapkan pertumbuhan 15 persen, tapi sekarang sudah 19 persen. Untuk tahun ini bisa lebih tinggi lagi," katanya di Lombok, Senin 23 September 2019.

    Ia mengatakan terus akan mengembangkan dua sektor yang prioritas yaitu konsumen nelayan dan hobi. Nelayan merupakan pasar terbesar mesin kapal Suzuki mencapai 80 persen. Gunadi menyebut sektor hobi dan wisata juga tetap menjanjikan. Dari beberapa dealer telah berhasil menggarap segmen ini, kata dia, sehingga berharap bisa menerapkan strategi yang sama. "Kami ingin memindahkan succes story dari Bali ke sini," ujarnya.

    Tak hanya sekadar menjual produk, Gunadi menuturkan Suzuki juga memberikan edukasi kepada nelayan soal keselamatan. Edukasi ini terkait soal pentingnya mesin OBM dibandingkan mesin hasil modifikasi. Dalam kesempatan itu, Suzuki juga memperkenalkan mesin kapal 4 tak untuk menggantikan mesin 2 tak yang selama ini dipakai nelayan. "Kami memberikan edukasi bahwa mesin 4 tak ini akselerasinya bagus, tenaga besar, irit dan ramah lingkungan. Kedepan mesin 4 tak jadi andalan, di Jepang mesin 2 tak sudah tidak diproduksi," ujarnya.

    Meski demikian, ia memaparkan penjualan mesin kapal 2 tak masih mendominasi. Dari data penjualan 2019, komposisi mesin 2 tak mencapai 60 persen dan mesin 4 tak hanya 40 persen. "Saat ini bagi kami adalah pakai OBM dulu kedepan mereka akan berhitung penggunaan mesin 2 tah dan 4 tak mana yang menguntungkan. Kami sediakan keduanya," ujarnya.

    Gunadi mengatakan siap berkompetisi dengan pesaing. Dia mengklaim selain spesifikasi yang lebih handal, Suzuki juga memberikan harga yang lebih murah. Selain itu, ia juga menjamin ketersediaan suku cadang maupun layanan after sales. "Kami kompetitif kerena suzuki bukan importir tapi Agen Pemegang Merek. Soal harga bisa kami pertahankan tidak terpengaruh fluktuasi dolar. Kami juga memiliki layanan after sales yang memadai. "


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara