Ini Alasan Suzuki Marine Fokus pada Layanan After Sales

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • General Manager Strategic Planing Departement PT SIS El Mochizuki, Made Santi pemilik Santi Marine dan Marine Deputy General Manager PT SIS Gunadi Prakosa. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    General Manager Strategic Planing Departement PT SIS El Mochizuki, Made Santi pemilik Santi Marine dan Marine Deputy General Manager PT SIS Gunadi Prakosa. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Suzuki Marine yang dibawah PT Suzuki Indonesia Sales akan fokus pada layanan aftersales untuk servis dan spare part untuk mesin kapal. Ei Mochizuki, General Manager Strategic Planning PT Suzuki Indomobil Sales mengatakan layanan aftersales sangat penting karena berkaitan dengan citra dan pandangan konsumen terhadap brand atau produk. Selain itu, mesin kapal ini sangat berbeda dengan mesin kendaraan darat. "Ketika mesin kapal mengalami gangguan, nelayan tak bisa melaut dan tidak bisa mendapatkan penghasilan," ujarnya pada Senin 23 September 2019.

    Mochizuki mengungkapkan Suzuki akan mengembangkan bisnis after sales. Saat ini, Suzuki telah memiliki 10 unit daeler sekaligus layanan after sales yang kemungkinan akan terus berkembang. Suzuki, kata dia, akan terus berusaha meningkatkan pasokan suku cadang untuk memberikan layanan after sales yang prima termasuk ketersediaan fast moving.

    Made Sinta, pemiliki salah satu dealer Mesin Kapal Suzuki, Sinta Marine mengatakan layanan aftersales menjadi salah satu prioritas. Saat ini, Sinta Marine melayani kadang 30 buah mesin per bulan ketika sedang ramai. "Mereka ada yang membawa mesin ke bengkel, ada juga yang menelpon untuk datang ke lokasi," ujarnya.

    Ia mengungkapkan sebagai dealer harus siap dan tanggap ketika ada masalah pada mesin konsumen. Ada saja konsumen yang menghubunginya ketika bengkel tutup dan harus datang saat itu juga atau istilahnya layanan 24 jam. Bengkel Sinta Marine tutup sekitar pukul 17.00 WITA," Tapi kalau ada konsumen lagi ada masalah ya kami layani," ujarnya.

    Biasanya, konsumen seperti nelayan menghubunginya saat pulang melaut sore hari. Mekanik pun segera menyelesaikan masalah mesin alasannya konsumen ingin menggunakan keesokan harinya. Ada juga konsumen yang menghubunginya sore namun mesin digarap pagi hari pukul 5 atau 6 pagi. "Kami melayani kapan saja siap, ini tanggung jawab sebagai dealer. Kalau tidak datang kasihan juga mereka karena nanti tidak ada pemasukan," ujarnya.

    Hanya saja, ia mengeluhkan sulitnya mencari tenaga mekanik yang handal dan berkualitas. Ia pun merekrut tenaga dengan basis bukan dari lulusan Sekolah Menegah Kejuruan atau Jurusan Teknik namun dengan pelatihan teknis yang memadai. Selama ini, para lulusan SMK memilih menjadi teknisi sepeda motor dan mobil namun sedikit yang berminat di sektor marine.

    Made sempat memberikan CSR berupa mesin kapal untuk Sekolah Menengah Kejuruan. Hanya saja, kurikulum soal mesin marine tidak ada di SMK. "Akhirnya ya tidak jalan."

    Suzuki memberikan garansi pada mesin kapal dengan penggunaan selama 200 jam. Selama waktu tersebut, Suzuki akan menggaransi semua onderdil dan menggantinya jika ada kerusakan karena kesalahan pabrik. "Asal penggunaannya sesuai dan perawatannya benar awet," ujarnya.

    Soal ketersediaan suku cadang, ia menjamin bisa memenuhi kebutuhan konsumen. Ia memastikan adanya suku cadang fast moving dan slow moving. "Hanya saja, ada kalanya slow moving harus inden."

    Muharis, nelayan Kampung Bugis RT 4 Kelurahan Bintaro, Ampenan, Mataram mengakui saat ini suku cadang mesin kapal Suzuki sudah mudah didapatkan. Ia mengungkapkan sebelumnya agak sulit dan harus inden. "Sekarang sudah gampang untuk cari suku cadang. Di toko-toko sudah ada tak perlu inden," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.