Penjualan Wuling Tembus 30 Ribu Unit, Almaz Sumbang 49 Persen

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wuling Almaz diuji di Sirkuit Sentul, Jawa Barat, 23 Januari 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Wuling Almaz diuji di Sirkuit Sentul, Jawa Barat, 23 Januari 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Cikarang - Sejak diluncurkan pada 11 Juli 2017 lalu, PT SGMW Motors atau Wuling Motors Indonesia telah memproduksi lebih dari 30 ribu unit kendaraan. Wuling Almaz menjadi penyumang utama penjualan.

    Ya, mobil SUV yang memiliki dua varian ini, yakni tujuh penumpang dan lima penumpang menjadi primadona. Wuling Almaz tercatat meraih komposisi penjualan sebesar 49 persen.

    "Untuk Wuling Confero sekitar 35 persen, dan sisanya Wuling Cortez dan Wuling Forma," ujar Brand Manager WMI, Dian Asmahani di sela-sela peresmian ekspor Wuling Almaz, Rabu kemarin, 25 September 2019.

    Video ekspor perdana Wuling Almaz ke Thailand menggunakan logo Chevrolet Captiva:

    Dian menjelaskan bahwa angka penjualan Wuling Almaz, berkisar 5.400 unit. Adapun varian yang paling laris dari total tersebut adalah model dengan konfigurasi tujuh penumpang. "Paling banyak itu Almaz 7 Seater. 70:30 lah dengan 5 Seater,"ujarnya.

    Sementara itu untuk kendaraan, Wuling Formo, yang merupakan mobil segmen Light Commercial Vehicle atau mobil niaga dinilai adem-adem saja. Namun bukan berarti itu tidak ada yang beli kata Dian.

    "Kami memang lebih fokus mobil penumpang, tapi untuk Formo itu sekitar 130 unit lebih. Jadi bisa dibilang semua lini produk kami mendapat respons positif," ujarnya.

    Wuling Almaz diekspor ke Thailand, Fiji, dan Burunei Darussalam dengan nama Chevrolet Captiva. Mobil SUV diklaim ini mendapat respons positif dari negara tetangga tersebut. Adapun target ekspor sekitar 2.600 unit hingga akhir Desember 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.