Penjelasan Mitsubishi Soal Nasib After Sales di Era Mobil Listrik

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fasilitas servis di dealer Mitsubishi Pangkal Pinang

    Fasilitas servis di dealer Mitsubishi Pangkal Pinang

    TEMPO.CO, Jakarta - Era mobil listrik mulai menjamah hampir seluruh dunia termasuk Indonesia. Meski ada transisi, diyakini tidak mengancam bisnis purna jual atau after sales.

    "Karena bassically, mobil listrik yang membedakan hanya sumber atau asal tenaga penggerak mobilnya, tapi terkait dengan proses maintenance-nya, periodical service-nya itu still follow dengan existing yang sekarang," ujar Head of After Sales Marketing & Development Department PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Ronald Reagan kepada wartawan di Jakarta, Rabu 25 September 2019.

    Ronald juga mengatakan kendaraan listrik juga pasti akan membutuhkan perawatan rutin. Jadi seharusnya bisnis after sales terus berjalan meski ada transisi dari kendaraan konvensional ke listrik. Selain itu, mobil listrik kategori Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dan Hybrid mesinnya tidak murni listrik karena digabungkan dengan Mesin konvensional.

    "Tetap pasti ada perawatan berkalanya. Harusnya (bisnis aftersales) tetap hidup ya. Mobil listrik juga butuh maintenance, butuh sparepart," katanya.

    "Dann untuk mobil listrik sendiri kan sebenarnya dibagi beberapa kriteria, ada yang full EV, ada yang PHEV, ada yang Hybrid. Untuk yang PHEV dan Hybrid kan ada motor konvensionalnya juga untuk maintenance. Butuh oli mesin dan filter oli juga," tambah Ronlad.

    Sedangkan untuk mobil listrik murni dikatakan Ronald juga butuh perawatan. Misalnya untuk pengecekan kondisi baterai. Jadi artinya, lanjut ia mengatakan, seharusnya bisnis after sales masih ada meski industri otomotif beralih ke kendaraan listrik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.