SIS Hadirkan Gaya Berkendara Petualang Lewat Suzuki NEX II Cross

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suzuki Nex II Cross diluncurkan di Jakarta, Kamis 26 September 2019. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    Suzuki Nex II Cross diluncurkan di Jakarta, Kamis 26 September 2019. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) selaku agen pemegang merek motor Suzuki di Indonesia, meluncurkan varian terbaru Suzuki NEX II Cross.

    Department Head of Sales & Marketing 2W SIS, Yohan Yahya menyebut, pihaknya meluncurkan Suzuki NEX II Cross sebagai kendaraan untuk menunjang gaya berkendara dan jiwa berpetualang anak muda.

    Atau dengan kata lain, motor dihadirkan untuk konsumen anak muda yang ingin berkendara dengan penuh gaya dan untuk berpetualang. Karena menurut Yohan gaya berkendara seperti itu bukan hanya dapat dinikmati oleh kalangan tertentu.

    "Perilaku kebiasaan generasi muda saat ini menjadi tantangan bagi Suzuki untuk bisa menjadi sarana dan fasilitas berekspresi mereka. Saat ini berpetualang tidak hanya disukai dan dinikmati oleh kalangan tertentu," ujarnya di Jakarta, Kamis 26 September 2019.

    Yohan juga mengatakan bahwa saat ini masih banyak orang yang menggunakan motor hanya untuk berpergian tidak jauh dari rumah atau ke tempat yang biasa didatangi seperti kantor.

    Dengan diluncurkannya Suzuki NEX II Cross, diharapkan dapat memantik para konsumen untuk berpetualang lebih jauh dengan Suzuki NEX II Cross sebagai tunggangannya.

    "Banyak yang pakai motor sehari-hari berpergian dari rumah ke kantor, ke warung. Padahal ada petualangan yang lebih menarik yang nantinya bisa dibagikan ceritanya," tutur Yohan.

    Motor hadir dengan dua pilihan warna dual-tone, yakni Trick Blue/Titan Black dan Aura Yellow/Titan Black. Suzuki NEX II Cross dibanderol mulai Rp 15,4 juta untuk versi standar. Dan Rp 16,1 juta untuk versi aksesori. Harga tersebut sudah on the road Jakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara