Honda Jazz Terbaru World Premiere di Tokyo Motor Show 2019

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Render Honda Jazz kini lebih modern dan semakin agresif. Sumber: AutoEsporte.com

    Render Honda Jazz kini lebih modern dan semakin agresif. Sumber: AutoEsporte.com

    TEMPO.CO, Tokyo - Honda Motor Co. Ltd telah mengkonfirmasi bahwa Honda Jazz terbaru (All New Honda Fit) akan diluncurkan di ajang Tokyo Motor Show 2019, 23 Oktober - 4 November 2019. Mobil Jazz terbaru ini diklaim hadir dengan perubahan model yang mencolok dari generasi sebelumnya. Jazz terbaru ini kabarnya akan dipasarkan mulai tahun 2020. 

    "Jazz terbaru akan datang ke pasar sebagai kendaraan yang akan memastikan kenyamanan penumpang dan membuat aktivitas sehari-hari pengguna menjadi lebih menyenangkan," tulis Honda Global dalam keterangannya tentang Honda Jazz terbaru yang dikutip dari situs resminya, Jumat, 27 September 2019.

    Honda Jazz generasi keempat ini juga kabarnya akan hadir dengan kabin yang lebih luas dengan menyesuaikan posisi tangki. Adapun pengaturan tempat duduk dibuat lebih ramping atau kompak dari generasi sebelumnya.

    Mobil Hatchback ini kabarnya akan disematkan mesin bensin 1,2 liter atau 1,5 liter. Selain itu, Jazz juga akan tersedia dalam varian mesin 1,0 liter turbo di beberapa negara, seperti Amerika Serikat dan Eropa.

    Adapun tampilan eksterior Honda Jazz terbaru ini disebut akan jauh berbeda dengan model sebelumnya. Dalam beberapa render yang tersebar, terlihat Jazz baru ini memiliki lampu depan bundar dengan ukuran besar. Terlihat sedikit mirip dengan model generasi kedua.

    Sementara bagian bemper depan didesasi lebih persegi dengan sisipan hitam yang menonjol. Sementara untuk ukuran dimensi panjangnya, Honda Jazz generasi terbaru diperkirakan memiliki panjang 3.990 mm.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.