Modal Kopi dan Listrik, Dandung Modif AMMDes Jadi Mobil Molen

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dandung Prasojo asal Banyuwangi pemenang kompetisi AMMDes Digimodz 2019. Dandung menampilkan konsep truk mini mixer atau mobil molen. TEMPO/Wira Utama

    Dandung Prasojo asal Banyuwangi pemenang kompetisi AMMDes Digimodz 2019. Dandung menampilkan konsep truk mini mixer atau mobil molen. TEMPO/Wira Utama

    TEMPO.CO. Jakarta - Freelance Designer asal Banyuwangi, Dandung Prasojo memenangi kompetisi modifikasi AMMDes Digomodz 2019. Dandung menyulap mobil dari PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia atau KMWI itu menjadi truk mixer semen kecil.

    "Di pedesaan itu masih banyak yang pakai mixer semen model konvensional. Mobilisasinya kurang, jadi karena itu saya mau buat mixer semen menyatu dengan kendaraan," ujar Dandung saat ditemui di sela-sela acara Indonesia Modification Expo 2019, di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Sabtu, 28 September 2019.

    Dandung mengaku jika proses pengerjaan desain mobil molen mini memakan waktu sekitar dua minggu. "Hanya modal kopi dan listrik aja," ujarnya.

    Adapun desain karya Dandung ini rencananya akan dibangun oleh pihak KMWI. Bukan tidak mungkin, jika nantinya mobil ini akan diproduksi massal.

    "Mobil ini cocok untuk dipakai membangun jalan-jalan rusak di desa, daerah bekas bencana, dan bangunan-bangunan rusak lainnya,"ujar Dandung.

    Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto yang juga hadir memberikan langsung hadiah kepada para pemenang kompetisi AMMDes Digimodz ini mengapresiasi para peserta lomba yang diikuti sekitar 100 orang tersebut. Dalam lomba ini, para peserta desain ada yang membuat konsep mobil ambulance, mobil pemadam kebakaran, dan termasuk mobil mixer semen.

    "Tentunya ajang ini akan mendukung talenta-talenta kita untuk terus berkreasi,"ujarnya

    Dalam modifikasi itu yang terpenting faktor keamanan, kata Airlangga. Selain keamanan baru bicara soal kegunaan dan bagaimana desainnya. Untuk karya Dandung, menurut, Airlangga sudah memenuhi kriteria kegunaaan. Apalagi kata dia, mobil AMMDes merupakan mobil yang diperuntukkan untuk jalan-jalan di pedesaan.

    "Konsep AMMDes itu feeder untuk daerah-daerah off road dan jalan-jalan kecil,"ujarnya.

    Adapun ubahan yang dilakukan Dandung, dalam membangun truk AMMDes ini antara lain, menambahkan mixer di bagian belakang. Kemudian, mengubah model lampu bagian depan. Lalu yang terakhir memasang rak di bagian atap.

    "Kita pakai rak di atas buat menyimpang perkakas seperti sekop dan lainnya. Selebihnya tidak ada yang berubah, ban dan kaki-kaki tetap standar,"ujar pria berusia yang saat ini berusia 34 tahun tersebut.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.