F2 Rusia: Sean Gelael-Mick Schumacher Tanpa Poin di Feature Race

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sean Gelael (Jagonya Ayam)

    Sean Gelael (Jagonya Ayam)

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua pembalap tim Pertamina Prema Racing, Sean Gelael dan Mick Schumacher, gagal mendapatkan poin di balapan pertama (feature race) Formula 2 di Sirkuit Sochi, Rusia, Sabtu, 28 September 2019. Mick Schumacher gagal melanjutkan balapan setelah mobilnya mengalami masalah di pertengahan lomba, sedangkan Sean Gelael hanya finish di posisi 11.

    Mick Schumacher, yang memakai strategi prime-option (ban medium-supersoft) sempat melejit ke posisi dua walau start dari P11. Namun, dia perlahan turun posisi dan bahkan harus berhenti balapan karena kerusakan teknis.

    Sementara Sean Gelael yang menargetkan posisi delapan, sudah langsung pasrah sejak awal lomba. Pada lap pertama dia dijepit oleh beberapa pembalap dan dipaksa keluar jalur dengan melibas kerb yang menghancurkan kestabilan mobilnya.

    "Mestinya kami bisa ada di posisi sembilan atau sepuluh, tapi karena kejadian tersebut saya ada di P15," kata Sean dalam keterangan resmi yang diterima Tempo, Sabtu, 29 September 2019.

    Kondisi mobil Sean yang seperti itu tidak berubah setelah dia masuk pit dan ganti ban dari supersoft ke medium. "Sebelumnya saya sempat terbang karena melindas salah satu kerb," katanya lagi.

    Walau gagal dapat poin, namun Sean yakin untuk Race 2 hari Minggu dia mampu melakukannya. Modalnya adalah kecepatan mobil menunjang bila tak ada masalah.

    Pembalap Belanda Nyck de Vries dipastikan menjadi juara umum F2 2019. Berkat pole position dan kemenangannya di Sochi dia unggul 70 angka atas Nicholas Latifi, di mana angka maksimal tersisa 65 lagi.

    Race 2 F2 Rusia digelar hari Minggu dan bisa disaksikan langsung via livestreaming di www.sean-gelael.com mulai pukul 15.00 WIB.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.