Sosok Taksi Terbang yang Akan Beroperasi di Singapura

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Velocopter yang akan beroperasi di Singapura. Sumber: carscoops.com

    Velocopter yang akan beroperasi di Singapura. Sumber: carscoops.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Volocopter yang didukung Daimler, perusahaan rintisan Jerman, berencana meluncurkan taksi terbang di Singapura, yang menawarkan penerbangan komersial jarak pendek kepada konsumen. Harga yang ditawarkan setara dengan harga naik taksi limusin.

    Co-founder Volocopter, Alexander Zosel, mengatakan akan bekerja sama dengan regulator Singapura untuk melakukan penerbangan uji publik dalam beberapa bulan mendatang. Singapura, bersama dengan Dubai dan Jerman adalah pasar yang paling terbuka untuk taksi udara Volocopter, menurut laporan Autonews Europe.

    "Untuk rute komersial, kami memiliki dua profil pelanggan: satu adalah pelanggan bisnis, jadi mungkin dari bandara ke pusat bisnis, Marina Bay atau untuk wisatawan yang terbang dari Marina Bay ke Sentosa," kata Zosel dalam wawancara dengan Reuters.

    Marina Bay tentu saja merupakan kawasan bisnis Singapura, sedangkan Sentosa adalah pulau resor yang populer.

    Volocopter saat ini mencari lebih banyak mitra keuangan atau investor yang akan ditutup pada Januari 2020. Selain Daimler, Intel dan Geely juga di antara pendukung startup Jerman - ketiganya memiliki saham sekitar 10 persen dari perusahaan.

    Rencananya adalah untuk meluncurkan taksi drone yang menyerupai helikopter kecil ditenagai oleh 18 rotor dengan izin operasi dua hingga tiga tahun, dan dengan dana US$ 93 juta.

    Volocopter telah mencatat menjalani lebih dari 1.000 penerbangan uji, beberapa dengan pilot manusia, sementara yang lain dengan kendali jarak jauh. Menurut Zosel, penerbangan komersial pertama akan diujicobakan, yang berarti hanya akan ada ruang untuk satu penumpang. Namun, dalam waktu lima hingga sepuluh tahun, ia berharap untuk beralih ke penerbangan yang sepenuhnya otonom.

    CARSCOOPS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.