Selain Jadi OEM Pabrikan, Pako Ekspor 60 Ribu Pasang Velg Sebulan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Booth Pakoakuina dan Inkoasku di Indonesia Modification Expo 2019. 28 September 2019. TEMPO/Wira Utama

    Booth Pakoakuina dan Inkoasku di Indonesia Modification Expo 2019. 28 September 2019. TEMPO/Wira Utama

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pakoakuina sebagai produsen velg mobil berbahan alloy atau aluminium mengekspor 60 ribu pcs velg setiap bulan.

    "Kami ekspor kira-kira 60 ribu pcs per bulan. Akhir tahun ini diprediksi bakal jadi 70 ribu sampai 80 ribu pcs,"ujar Senior Manager Pako Group, Davy Kurnia di sela acara Indonesia Modification Expo 2019 kepada Tempo, Sabtu, 28 September 2019.

    Perusahaan yang memiliki pabrik di Karawang Timur ini setiap bulannya mampu memproduksi velg alloy sebanyak 170 ribu pcs. Adapun velg berbahan dasar baja atau besi (steel) rata-rata memproduksi 200 ribu pcs per bulan.

    "Dulunya kami lebih fokus ekspor velg steel, tapi sekarang lebih banyak alloy,"ujarnya.

    Davy menambahkan bahwa Pakoakuina memproduksi velg aluminium (alloy) sejak tahun 2003. Sedangkan PT Inkoasku (Pako Group) sudah memproduksi pelek baja steel) sejak tahun 1974. Kedua perusahaan ini, kata dia awalnya pemain Original Equipment Manufactur (OEM) dan Original Design Manufactur (ODM).

    Davy juga mengaku bahwa selama ini Pako Group telah menyuplai velg ke berbagai produsen mobil di dunia. Mulai dari Toyota, Daihatsu, Lexus, Honda hingga AMMDes dan Esemka. "Mereka pakai velg kita,"ujarnya.

    Dia juga menegaskan bawha Pako Group fokus saat ini fokus memberdayakan designer lokal. "Saya punya banyak karyawan dari lulusan seni rupa di universitas dalam negeri. Mereka ini yang sekarang banyak berkontribusi, sampai kita ekspor,"ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.