Pabrik Federal Oil Akan Produksi Pelumas Asal Amerika Serikat

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendalikan Emisi dengan Oli Berteknologi Terbaru (dok.Federal Oil)

    Kendalikan Emisi dengan Oli Berteknologi Terbaru (dok.Federal Oil)

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan pelumas Federal Oil sudah satu grup dengan Exxonmobil. Dan tahun depan, rencananya pelumas mobil asal Amerika Serikat (AS) itu akan diproduksi secara lokal di Indonesia.

    Produksi lokal itu akan dilakukan di pabrik Federal Oil yang berlokasi di Cilegon. Hal tersebut disampaikan President Director PT Federal Karyatama, Patrick Adhiatmadja di Jakarta, beberapa waktu lalu.

    Namun tidak semua produk Exxonmobil diproduksi lokal. Hanya produk tertentu yang memang cocok dengan pasar Indonesia.

    "Kita juga susah siap memproduksi merek mobil di pabrik kita. Mulai 2020, kuartal pertama 2020 itu sudah kita mulai produksi di pabrik kita di Cilegon. Nggak semua produk tentunya. Hanya produk yang kita sasar untuk pasar Indonesia," ujarnya Patrcik.

    Saat ini sendiri, pabrik Federal Oil tersebut sedang dalam proses pengembangan di beberapa fasilitas pabrik. Menurut Patrick, Federal Oil harus menyesuaikan standar dari Exxonmobil.

    "Saat ini lebih banyak ke di perbaikan fasilitas (pabrik) yang kita punya untuk menyesuaikan ke dalam standar Exxonmobil yang kelas dunia. Pabrik kita sudah dilihat bagus tapi ada beberapa yang harus diimprove ya tentunya itu investasi lah," katanya.

    Meski demikian lanjut Patrick mengatakan, belum ada rencana lebih besar lagi dari itu, misalnya membangun pabrik baru.

    "Kalau tadinya belum kita rencanakan tapi dengan kita bergabung dengan Exxonmobil tentunya harus disesuaikan. Kalau investasi besar-besaran bangun pabrik baru gitu rasanya belum, yang ada penyesuaian di pabrik yang sekarang. Kurang lebih seperti itu,"


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.