Tak Hanya Modif, Kustomfest 2019 Kini Sajikan Balap Flat Trak

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung mengamati kendaraan bermotor penuh modifikasi yang turut memeriahkan gelaran KUSTOMFEST 2016 di Jogja Expo Center Hall, Yogyakarta, 9 Oktober 2016. Gelaran KOSTUMFEST kelima tahun menghadirkan Lucky Draw bertajuk Kebo Bule motif Cirebon karya Retro Classic Cycles. TEMPO/Pius Erlangga

    Pengunjung mengamati kendaraan bermotor penuh modifikasi yang turut memeriahkan gelaran KUSTOMFEST 2016 di Jogja Expo Center Hall, Yogyakarta, 9 Oktober 2016. Gelaran KOSTUMFEST kelima tahun menghadirkan Lucky Draw bertajuk Kebo Bule motif Cirebon karya Retro Classic Cycles. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Jakarta - Perhelatan otomotif Indonesian Kustom Kulture Festival atau Kustomfest 2019 yang dihelat di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta 5-6 Oktober 2019 nanti dipastikan tak lagi sekedar ajang adu custom para builder.

    Sebab untuk kali pertama, selama dua hari dalam ajang yang tahun ini memasuki perhelatan ke delapan itu, akan menyajikan sebuah sirkuit oval tempat motor custom peserta beradu ketangguhan ketika dikendarai dalam ajang bernama Flat Track Race.

    "Peserta memang sempat marah marah saat kami beritahu Kustomfest kali ini ada flat track race, hehe. Soalnya memberitahunya baru tiga minggu lalu sebelum acara," ujar Director Kustomfest Lulut Wahyudi 30 September 2019.

    Flat Track Race sendiri merupakan ajang balapan motor satu arah di atas trek tanah yang dikeraskan dan mulai dikenal awal tahun 1920-an. Kustomfest kali ini menyisipkan sensasi balap di trek oval itu bahkan sampai mendatangkan pemotor kawakan dunia ini, Toshiyuki Osawa atau yang tenar dipanggil Cheetah asal Cheetah Custom Cycles Jepang.

    "Track yang kami buat untuk ajang ini nanti lokasinya di belakang JEC, dengan standarnya mengacu flat track internasional," ujar Lulut.

    Lulut memaklumi peserta kaget bukan kepalang manakala diberitahu ajang Flat Track Race ini digelar di Kustomfest 2019.

    Sebab, peserta jadi harus membangun model custom motornya lain dari biasanya yang sekedar di setting standar untuk dipamerkan. Bukan untuk balapan.

    Lulut mengatakan tentu tak gampang bagi peserta yang bakal ikut ajang flat track race ini membangun motor custom siap balap dalam waktu amat singkat dan sirkuit tak biasa.

    Misalnya suspensinya harus dibuat berbeda dengan motor standar, seperti dibuat lebih keras. Namun Lulut menuturkan jika ajang flat track race pertama di Kustomfest 2019 ini juga sebagai pemanasan untuk event tahun depan agar bisa lebih awal diinformasikan ke peserta.

    "Kami di Kustomfest ini memang tak mau sekedar membangun acara, tapi bagaimana membangun kegilaan dalam berkreatifitas," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.