Alasan Royal Enfield Himalayan Lebih Laris di Australia

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Motor Royal Enfield Himalayan yang dipamerkan dalama acara Gaikindo Indonesia Intenational Auto Show (GIIAS) di ICE BSD, Tangerang, Banten, 12 Agustus 2016. Royal Enfield Himalayan merupakan motor penjelajah yang berdiri di atas rangka half-duplex split cradle dengan racikan ground clearance setinggi 220 mm. TEMPO/Fajar Januarta

    Motor Royal Enfield Himalayan yang dipamerkan dalama acara Gaikindo Indonesia Intenational Auto Show (GIIAS) di ICE BSD, Tangerang, Banten, 12 Agustus 2016. Royal Enfield Himalayan merupakan motor penjelajah yang berdiri di atas rangka half-duplex split cradle dengan racikan ground clearance setinggi 220 mm. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pemasaran Royal Enfield wilayah Asia Pasific, Vimal Sumbly menyebut bahwa motor RE Himalayan memang belum terlalu membumi di Indonesia. Pasar motor ini disebut lebih laris di Australia dan Korea Selatan.

    "Saat ini memang Australia dan Korea yang untuk memimpin (penjualan) untuk RE Himalayan paling di depan. Tapi Thailand dan Indonesia juga punya demand yang tinggi," ujar Vimal, Kamis, 3 Oktober 2019.

    Vimal menambahkan bahwa motor adventure seperti RE Himalayan memang sudah mengakar di negeri Kanguru tersebut. Alasannya, karena masyarakat Australia cenderung menyukai aktivitas petualangan atau adventure, Mereka kata Vimal, suka dengan motor seperti Himalayan.

    "Kultur berkendara adventure di Asia itu memang baru dimulai, sedangkan untuk Australia dan beberap negara lain itu sudah lebih dulu. Tapi kami tetap melihat bahwa Himalyan mulai banyak disukai di Indonesia,"ujarnya.

    Adapun target atau profil pembeli Royal Enfield Himalayan, kata mantan Direktur Manager Triumph di India ini yakni semua kalangan. Khususnya mereka yang ingin mendapatkan motor komplit, atau motor yang layak digunakan untuk aktivitas sehari-hari sekaligus yahud dioperasikan dalam berbagai kontur jalan. Semua orang, kata Vimal, yang ingin memiliki motor tangguh dalam kondisi apapun.

    "Untuk orang-orang yang setiap hari bekerja dan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.