Suplai Spare Part Terbatas 15 Tahun, Bagaimana Nasib VW Klasik?

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil klasik VW GTI dan VW Kodok dipamerkan di 7th Indonesia Classic Car Show 2013 di JI Expo, Kemayoran, (22/12). Selain memamerkan mobil klasik milik kolektor dari asia tenggara pameran ini juga memamerkan 13 mobil Soekarno. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Mobil klasik VW GTI dan VW Kodok dipamerkan di 7th Indonesia Classic Car Show 2013 di JI Expo, Kemayoran, (22/12). Selain memamerkan mobil klasik milik kolektor dari asia tenggara pameran ini juga memamerkan 13 mobil Soekarno. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyedian spare parts mobil Volkswagen atau VW terbatas hanya 15 tahun dari produksi terakhir. Lantas bagaimana nasib mobil-mobil klasik.

    Head of Aftersales Department, PT Garuda Mataram Motor, Adhi Setiadhy menjelaskan bahwa Volkswagen memang punya kebijakan menyediakan spare parts selama 15 tahun setelah produksi model terakhir untuk setiap model. Tapi tak perlu tak khawatir, kata Adhi, sebab Volkswagen juga menyediakan spare parts mobil klasik.

    "Di sini pelanggan bisa pesan melalui dealer resmi VW," ujar Adhi di sela-sela seremoni penyerahan perdana WV Tiguan All Space rakitan lokal di salah satu hotel di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu, 3 Oktober 2019.

    Namun terlepas dari itu, Jonas Chendana, selaku Chief Operation Officer Garuda Motor Mataram, menyatakan bahwa mobil-mobil klasik seperti Volkswagen Safari itu sudah tidak tersedia. Dengan kata lain, mesti dipesan khusus. Dia juga menyarankan agar para pengguna mobil klasik bisa mencari alternatif lain di luar dealer resmi Volkswagen.

    "Tapi yang pasti mobil-mobil seperti VW Safari itu tersedia. Tapi itu bisa dicari dan ada di pasar mobil klasik," ujarnya.

    Volkswagen sendiri merupakan salah satu merek Jerman yang sudah lama berkiprah di Tanah Air. Jadi ak heran jika para pengguna mobil ini masih memiliki bertebaran.

    Untuk diketahui, VW masuk ke Indonesia sejak tahun 1952 di bawah naungan PT Piola sebagai agen tunggal dan importir mobil Volkswagen ini mampu eksis hingga 1971. Kemudian pada tahun itu juga, Volkswagen diambil alih oleh Garuda Mataram Motor.

    Pada tahun 1972, proses produksi CKD pertama dikerjakan oleh PT German Motors Manufacturing, sebuah perusahaan yang memproduksi mobil-monil Mercedes-Benz. Mobil pertama yang diproduksi itu natara lain VW Safari, VW Beetle 1302/200, VW Passat LS dan L.

    Dalam perjalanannya, Volkswagen di Indonesia mengalami pasang surut dan kerap bergonta ganti agen pemegang merek. Diantaranya, PT Indomobil Group, PT Car and Cars Indonesia, PT Piola, dan tentunya PT Garuda Mataram Motor.

    Adapun produk-produk dari Volkswagen yang pernah dan mungkin saja masih mengaspal di Indonesia antara lain. VW MITRA, VW Caravelle, New Beetle, New Golf, New Passar, Polo, dan belakangan VW Tiguan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.