ADM Tegaskan Daihatsu Thor Tidak Akan Masuk Indonesia

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung mencoba mobil Daihatsu Thor konsep yang dipamerkan dalam acara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 di ICE BSD, Tangerang, 14 Agustus 2017. Konsumsi bahan bakar Daihatsu Thor tercatat 24,6 km/liter tanpa turbo, dan 22,0 km/liter (2WD) dan 21,8 km/liter (4WD). TEMPO/Fajar Januarta

    Pengunjung mencoba mobil Daihatsu Thor konsep yang dipamerkan dalam acara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 di ICE BSD, Tangerang, 14 Agustus 2017. Konsumsi bahan bakar Daihatsu Thor tercatat 24,6 km/liter tanpa turbo, dan 22,0 km/liter (2WD) dan 21,8 km/liter (4WD). TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa waktu lalu media sosial dihebohkan dengan penampakan Daihatsu Thor yang tengah seliweran di Tol Jakarta-Cikampek. Namun PT Astra Daihatsu Motor (ADM) memastikan bahwa mobil tidak akan masuk Indonesia.

    Hal tersebut ditegaskan oleh Direktur Marketing ADM, Amelia Tjandra. Ia mengatakan bahwa mobil hanya digunakan untuk aktivitas R&D Daihatsu di Indonesia. Bukan untuk diluncurkan.

    Dan aktivitas tersebut memang merupakan program rutin yang kerap dilakukan oleh R&D Daihatsu Indonesia.

    "Nggak ada. Kami tidak ada rencana untuk mengeluarkan Daihatsu Thor di Indonesia. Jadi kalau teman-teman lihat itu adalah program dari aktifitas R&D Daihatsu yang mencoba mobil-mobil yang memang sudah kita masukan waktu itu untuk motor show," ujar Amel kepada wartawan di Jakarta, Senin 7 September 2019.

    "Jadi tidak ada maksud untuk mengeluarkan Daihatsu yang dikatakan Thor, itu tidak ada," tegasnya.

    Amel menjelaskan uji coba tersebut dilakukan untuk meliahat performa mesin 1.000 turbo di Indonesia dibandingkan dengan mesin bukan turbo.

    "Yang dites Daihatsu Thor 1.000 turbo. Jadi kita memcoba melihat mobil dengan mesin 1.000 turbo di Indonesia akan berbeda tidak dengan mesin tidak turbo. Itu saja," jelasnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.