Daihatsu Pelajari Mobil dengan Mesin 1.000cc Turbo di Indonesia

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Daihatsu Thor tertangkap kamera sedang berada di Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Kredit: Hendraemon untuk Tempo

    Daihatsu Thor tertangkap kamera sedang berada di Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Kredit: Hendraemon untuk Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Astra Daihatsu Motor (ADM) selaku agen pemegang merek mobil Daihatsu di Indonesia membantah akan meluncurkan Daihatsu Thor yang beberapa waktu lalu tertangkap kamera tengah berseliweran di Tol Jakarta-Cikampek.

    Direktur Pemasaran ADM, Amelia Tjandra menyebut mobil hanya digunakan untuk uji coba oleh pihak R&D ADM. Namun meski begitu ia tidak menampik saat ini ADM sedang mempelajari mobil dengan mesin 1.000cc turbo di Indonesia.

    Wanita yang akrab disapa Amel itu menyebut perkembangan mobil dengan mesin 1.000cc turbo di Indonesia terlihat cukup baik.

    "Kami memang masih melihat dulu perkembangannya," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Senin 7 September 2019.

    Meski cukup baik, dari yang dipelajari ADM, konsumen mobil bermesin 1.000cc turbo terbatas. Mobil tersebut dikatakan Amel cocok dengan konsumen muda. Menurut Amel tidak cocok untuk mobil keluarga.

    "Mesin turbo itu kalau dilihat dari responnya makin lama makin banyak terutama untuk kaula muda. Kalau mobilnya itu ditujukan untuk kaula muda bisa jadi mesin 1000cc turbo cocok," katanya.

    "Tapi kalau untuk keluarga kami melihat bukan itu pilihannya. Jadi mengeluarkan sebuah mobil harus disesuaikan dengan target konsumennya," tambah Amel:

    Selain itu lanjut Amel menjelaskan, dari hasil pengetesan yang dilakukan oleh tim R&D ADM, mesin 1.000 cc turbo tidak kalah baik performanya dari mesin 1.500 cc tanpa turbo.

    "Lebih baik kalau dibandingkan mesin konvensional mesin 1.000 turbo yang terpasang di Daihatsu Thor ini menurut teman teman R&D seperti performancenya mesin 1.500. Begitu kata mereka. Saya belum lihat datanya," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.