Alasan Penjualan Mobil Matik Suzuki Kalahkan Transmisi Manual

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suzuki Ertiga Sport dengan aksesoris yang terinspirasi dari Suzuki Swift Sport dipamerkan di Bangkok International Grand Sale di Thailand, 15-24 Agustus 2019. (Rushlane)

    Suzuki Ertiga Sport dengan aksesoris yang terinspirasi dari Suzuki Swift Sport dipamerkan di Bangkok International Grand Sale di Thailand, 15-24 Agustus 2019. (Rushlane)

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menyatakan penjualan mobil bertransmisi otomatis kini telah melampaui mobil bertransmisi manual. Direktur Pemasaran 4W SIS Donny Saputra menuturkan adanya pertumbuhan pengemudi perempuan yang lebih menginginkan kemudahan saat berkendara. Hal ini berbeda dengan pengendara pria yang lebih mengutamakan akselerasi atau performa.

    “Kami melihatnya ada pergeseran pengguna, sekarang lebih banyak perempuan yang mengemudi, khususnya pada segmen city car dan mereka lebih mementingkan kemudahan berkendara,” tuturnya Senin 7 Oktober 2019.

    Dia mengatakan, rasio konsumen perempuan pada segmen city car atau mobil perkotaan sekitar 50 persen. Adapun, pada segmen kendaran multiguna atau multi purpose vehicle (MPV) rasio perempuan pengendara mencapai sekitar 40 persen.

    Selain itu, dia mengatakan komposisi penjualan mobil matic dan manual juga berbeda pada setiap segmen. Pada segmen mobil perkotaan, jumlah penjualan mobil bertransmisi otomatis mendominasi hingga mencapai sekitar 60 persen —80 persen penjualan. Adapun, pada segmen kendaraan multiguna komposisinya lebih berimbang, masing-masing 50 persen.

    Sepanjang Januari sampai dengan Agustus, total penjualan kendaraan penumpang Suzuki mencapai 31.441 unit. Total penjualan kendaraan bertransmisi manual mencapai 17.104 unit, atau 54,40 persen dari total penjualan. Adapun, penjualan kendaraan bertransmisi otomatis mencapai 14.337 unit.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.