Soal Mobil Hybrid, Daihatsu: Gabung sama Toyota

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Daihatsu Hy-Fun diperkenalkan di GIIAS 2019.

    Daihatsu Hy-Fun diperkenalkan di GIIAS 2019.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Astra Daihatsu Motor (ADM) selaku agen pemegang merek mobil Daihatsu di Indonesia angkat bicara saat ditanyakan soal Mobil Hybrid mereka di Indonesia.

    Direktur Pemasaran ADM, Amelia Tjandra menyebut untuk mobil listrik ADM ikut dengan rekanannya yakni Toyota. Seperti diketahui Daihatsu merupakan bagian dari Toyota Motor Corporation. Di Indonesia, kedua perusahaan ini juga berbagi produk seperti Daihatsu Xenia-Toyota Avanza, Daihatsu Sigra-Toyota Calya, Daihatsu Agya - Toyota Ayla, serta Daihatsu Terios-Toyota Rush. 

    Toyota di Indonesia mendapat pasokan produk-produknya dari PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) selaku pabrik Toyota dan dari ADM. Toyota sendiri sudah punya beberapa jajaran produk mobil listrik kategori hybrid yang dipasarkan di Indonesia.

    Video mobil konsep Daihatsu HyFun di GIIAS 2019:

    "Kalau hybrid, Toyota memang sudah punya, dan Daihatsu gabung sama Toyota untuk itu," ujar Amel kepada wartawan, di Jakarta, Selasa 8 September 2019.

    Selain itu untuk lebih pastinya lagi kata Amel, pihaknya masih menunggu regulasi turunan dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 tahun 2019 tentang Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan.

    Menurutnya untuk memulai pengembangan atau lainnya terkait mobi listrik tidak bisa hanya berpegang dari Perpres tersebut. Karena Perpres baru payung hukumnya. Untuk mobil listrik yang sempat dipajang saat GIIAS sendiri masih berupa konsep.

    "Kami masih menunggu dari Kemenperin. Biasanya harus lihat total keseluruhannya dulu, sekarang masih gelap," papar Amel.

    "(Daihatsu) Yang di GIIAS masih konsep. Dan kami masih menunggu aturan itu, kan belum tahu juga insentifnya seperti apa nanti," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.