Volvo-Geely Gabungkan Pengembangan Mesin Konvensional

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Volvo. REUTERS/Brendan McDermid

    Logo Volvo. REUTERS/Brendan McDermid

    TEMPO.CO, JakartaVolvo berencana menggabungkan pengembangan atau produksi mesin dan aset manufakturnya dengan perusahaan induknya asal Cina, Geely.

    Mereka juga akan membuat divisi baru untuk memasok merek yang masih dalam satu naungannya, yakni Lotus, LEVC, Lynk, dan Proton. Juga kemungkinan untuk mesin hybrid nantinya.

    Volvo sendiri saat ini membangun 600 ribu mesin konvensional, jumlahnya akan naik menjadi sekitar 2 juta jika digabungkan dengan aset Geely. Hal tersebut diklaim bisa menghemat biaya komponen dan pengembangan.

    Juga memungkinkan produsen yang bermarkas di Gothenburg, Swedia itu untuk lebih fokus memanfaatkan sumber dayanya untuk mengembangkan jajaran produk premiumnnya berbasis mesin listrik.

    "Mesin konvensional kemungkinan besar tidak tumbuh. Penting untuk mengkonsolidasikan dan mencari sinergi. Ini adalah langkah lain mengubah perusahaan kami ke arah elektrifikasi," kata Kepala Eksekutif Volvo Hakan Samuelsson, seperti yang dikuti Tempo dari carscoops, Rabu 9 September 2019.

    "Nantinya, Volvo akan menghilangkan mesin dise; secara keseluruhan demi fokus pada mesin hybrid dan listrik, yang membutuhkan investasi lebih lanjut dalam injeksi bahan bakar, pengisian turbo dan teknologi pemulihan rem," tambahnya.

    Kerja sama tersebut nantinya akan menggabungkan tiga ribu karyawan Volvo dan 5.000 karyawan dari Geely. Di dalamnya termasuk penelitian, pengembangan, pengadaan, manufatur, Fungsi TI dan keuangan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.