Ratusan Unit Toyota Calya Dipesan untuk Mobil Taksi, Ini Speknya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Toyota Calya baru diperkenalkan di salah datu restoran di Jakarta Pusat, Senin, 16 September 2019. TEMPO/Wira Utama

    Toyota Calya baru diperkenalkan di salah datu restoran di Jakarta Pusat, Senin, 16 September 2019. TEMPO/Wira Utama

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Toyota Astra Motor atau TAM membenarkan ada pesanan dalam jumlah besar Toyota Calya dari perusahaan taksi. Namun angka pastinya belum bisa dipastikan.

    "Sudah ada ratusan unit yang sudah dikirim melalui dealer kami. Kedepannya kita masih menunggu kira-kira totalnya berapa,"ujar Direktur Marketing TAM, Anton Jimmi Suwandhy, Kamis, 10 Oktober 2019.

    Anton menambahkan bahwa pada dasarnya tidak ada masalah regulasi yang menghambat Toyota Calya dijadikan taksi atau tidak. Terlebih karena mobil ini berada di segmen LCGC yang tidak dikenai Pajak Penjalan Barang Mewah atau PPnBM.

    "Dari TAM tidak perlu mengeluarkan surat khusus untuk soal pengembalian pajaknya. Beda dengan Bluebird waktu beli Avanza, Vios, Camry, atau Alphard yang biasanya ada surat pengantar dari prinsipal untuk menjelaskan masalah pajak,"ujarnya.

    Anton juga berujar bahwa transmover untuk mobil seperti Avanza itu memang ada. Sementara untuk Calya tidak ada. "Jadi anytime mereka bisa aja membeli Calya terus dijadikan taksi,"ujarnya.

    Permintaan untuk menjadikan Calya sebagai armada taksi menurut bukan hal baru. Beberapa tahun terakhir kata Anton permintaan itu sudah banyak."Untuk taksi ini kalau tidak salah pesanan paling banyak Calya tipe E (Manual),"ujarnya. Adapun harga Toyota Calya tipe E Non ABS (M/T) dijual Rp 137,4 juta sedangkan untuk tipe E (M/T) Rp140,2.

    Deputy General Manager Planning Division TAM, Andri Widiyanto juga menanggapi ihwal penggunaan Calya sebagai armada taksi. Menurut dia, Toyota Calya memang sudah diterima pasar Indonesia, karenanya tidak heran jika mobil ini dipesan untuk pasar fleet seperti perusahaan taksi.

    "Faktanya aja, untuk taksi online sekarang sudah banyak yang pakai Calya. Artinya, produk ini diterima dengan baik dengan atau tanpa emblem (perusahaan taksi)," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.