Yamaha R3 Kalah Torsi di Balap WSSP300, Ini Strategi Galang

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Faeroz bersama Galang Hendra Pratama bersama petinggi Yamaha menyatakan siap debut dalam balap Worldsupersport 300. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    Faeroz bersama Galang Hendra Pratama bersama petinggi Yamaha menyatakan siap debut dalam balap Worldsupersport 300. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap Yamaha Motoxracing, Galang Hendra Pratama menyiapkan strategi khusus untuk bisa naik podium dalam balapan seri keenam World Supersport 300 di sirkuit Losail Qatar pada 25-26 Oktober 2019. Ia mengakui motor Yamaha R3 yang jadi pacuannya memiliki kelemahan soal torsi yang kalah dari dua pesaing, Kawasaki Ninja 400 dan KTM RC390. "Triknya memanteng rpm jangan sampai turun. Saat menikung dengan gaya in out," katanya, Kamis 10 Oktober 2019.

    Ia menambahkan dua motor pesaing memiliki kapasitas lebih besar dengan torsi yang lebih perkasa. Galang mengaku saat balapan memang agak kerepotan ketika racing line tertutup membalap lain maka putaran mesin akan drop dan ketinggalan dengan pembalap di depan. Sehingga, pembesut Yamaha harus mahir dan memiliki strategi yang jitu. "Kalau tertutup pembalap lain bisa langsung ketinggalan," ucapnya.

    Meski demikian, ia punya harapan besar bisa berada di podium. Ia menuturkan karakter Sirkuit Losail lebih pas dengan motor Yamaha R3 yang memiliki keunggulan pada putaran menengah atas dengan trek lurus memiliki panjang lebih dari 1 kilometer. Tak hanya itu, tikungan di Losail juga sebagian besar adalah tikungan cepat. "Saya juga sudah mengenal karakter Losail," ucapnya.

    Mantan pembalap ARRC ini juga menyakini cuaca di Losail lebih bersahabat dengan pembalap Asia. Cuaca Losail dikenal sangat panas meski balapan digelar sore hari. Tentu cuaca ini akan membuat kerepotan bagi pembalap Eropa dari cuaca winter ke panas. "Targetnya, saya bisa berada di barisan depan," ungkapnya.

    Muhammad Faerozi, yang akan mendampingi Galang mengatakan juga akan menyiapkan strategi khusus. Ia menyatakan akan konsen pada tikungan-tikungan di Losail. "Target saya masuk 10 besar," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.