Komunitas Bikers For Indonesia Ramaikan Musik untuk Indonesia

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komunitas Bikers For Indonesia (Antara)

    Komunitas Bikers For Indonesia (Antara)

    TEMPO.CO, Jakarta - Komunitas Bikers For Indonesia akan meramaikan gelaran konser "Musik untuk Republik" di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, pada 18-20 Oktober dengan menggelar acara kemah bersama.

    "Itu merupakan event yang ditunggu-tunggu oleh semua klub motor di Indonesia. Selain ada musik di situ, kita bisa kumpul semuanya. Kita kumpul sama-sama," ujar Pegiat Motor Klasik Ameng yang juga bagian dari komunitas dalam keterangan pers yang diterima Antara, di Jakarta, Minggu.

    Gelaran komunitas itu mengambil tema "Bersatu Itu Keren" dan menyerukan kepada para penggemar sepeda motor di seluruh Indonesia agar dapat hadir dan meramaikan kegiatan itu.

    Ameng menjelaskan bahwa tujuan kemah bersama Bikers For Indonesia adalah untuk menjalin hubungan seluruh komunitas pecinta sepeda motor dari berbagai jenis motor.

    "Enggak ada lagi anak custom. Enggak ada lagi anak Vespa. Enggak ada lagi anak Jepangan. Semua sama," ujarnya.

    Selain berkemah, Ameng juga mengatakan komunitas itu juga akan menggelar diskusi yang menghadirkan para pembicara, seperti Dirjen Perhubungan Darat Budi Setyadi, Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid, hingga Ketua MPR Bambang Soesatyo yang juga merupakan pegiat moge.

    Konser "Musik Untuk Republik" menghadirkan lebih dari 50 musikus dari berbagai genre di antaranya Godbless, Edane, Cokelat, Kikan Namara, Glenn Fredly, serta Iwa K.

    Selain itu, ada penampilan dari Inul Darastita, Iis Dahlia, NTRL, Jamrud, Slank, The Fly, /rif, Voodoo, Tony Q Rastafara, Java Jive, Kotak, Pas Band, Superglad, Sandhy Sondoro, Siksakubur, Mulan Jameela, Saint Loco dan lainnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.