AISI Ungkap 2 Faktor Pendongkrak Penjualan Sepeda Motor

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perakitan sepeda motor Honda di Indonesia, Februari 2019. (Dok AHM)

    Perakitan sepeda motor Honda di Indonesia, Februari 2019. (Dok AHM)

    TEMPO.CO, Jakarta - Penjualan sepeda motor Indonesia terus menunjukan tren positif. Bukan hanya untuk pasar dalam negeri alias domestik, tapi peningkatan juga terjadi untuk pasar luar negeri alias ekspor.

    Ketua Bidang Komersil Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AIS), Sigit Kumala, mengatakan peningkatan penjualan domestik disebabkan dua faktor. Yang pertama karena pencapaian penjualan pada semester pertama 2019 yang peningkatannya signifikan.

    "Domestik sih lebih banyak pengaruhnya di semester pertama ya. Semester pertama itu hasilnya masih oke karena waktu itu kan harga komoditi masih cukup tinggi belum terkoreksi dalam kaya semester dua ini," ujarnya saat dihubungi Tempo, Senin 14 Oktober 2019.

    Alasan yang kedua menurut sigit daya beli masyarakat yang meningkat pasca hari raya Idul Fitri Juni 2019 lalu. "Sama daya beli. Kan waktu itu daya beli meningkat berkaitan sama lebaran ya," ucap Sigit.

    Sedangkan untuk peningkatan penjualan pasar luar ngeri, lanjut Sigit menyampaikan, faktornya karena produk motor buatan Indonesia yang sudah terbukti kualitasnya. Sehingga membuat pasar luar negeri 'ketagihan' dengan motor dari Indonesia.

    "Ekspor ya kami melihat produk kami sama qualitynya bisa memenuhi standar internasional," lanjutnya.

    Sebagai informasi, berdasarkan data AISI, penjualan ekspor dari para produsen motor yang juga sebagai anggota AISI yakni Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, dan TVS, periode Januari - Agustus 2019 mencapai 520.279 unit, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai 369.304 unit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.