Teken MoU SPKLU, PLN Siap Bangun Pengisi Daya Kendaraan Listrik

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah quick charging untuk mengisi ulang baterai mobil listrik Mitsubishi i-MiEV dipasang di Kantor PLN Tambolaka, Sumba, 3 Oktober 2019. TEMPO/Wawan Priyanto.

    Sebuah quick charging untuk mengisi ulang baterai mobil listrik Mitsubishi i-MiEV dipasang di Kantor PLN Tambolaka, Sumba, 3 Oktober 2019. TEMPO/Wawan Priyanto.

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan Listrik Negara atau PLN berjanji akan segera membangun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), setelah mendapat gambaran dari berbagai stakeholder.

    "Langkah selanjutnya (setelah MoU) dalam waktu maksimal satu bulan, kami segera menyiapkan perencanaan untuk membangun berapa banyak SPKLU," ujar Plt Direktur Utama, Sripeni Inten Cahyani di Gedung BPPT, Rabu, 16 Oktober 2019.

    Sriepeni menambahkan bahwa MoU ini masih bersifat understanding (belum final). Namun dia menegaskan bahwa PLN sudah siap untuk membangun SPKLU secepat mungkin.

    "Jadi kalau orang bicara, kok masih MoU, nanti gak jadi atau batal. Insya Allah tidak, karena PLN sudah siap," kata dia.

    Dia menambahkan bahwa penandatanganan nota kesepahaman bersama dengan 20 perusahaan terkait adalah langkah kongkrit mengimplementasikan Perpres Nomor 55 tahun 2019 tentang percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

    "Jangan sampai pelanggan sudah membeli kendaraan listrik tetapi kesulitan melakukan pengisian. Apalagi itu adalah tugas kami," ujar dia.

    Adapun 20 persuahaan yang menandatangai nota kesepahaman dengan PLN antara lain; Gojek, Grab, Blue Bird, Transjakarta, Mobil Anak Bangsa, BYD, PT POS, Jasamarga, Pertamina, Angkasa Pura, PT Jaya Ancol, BCA, Lippo Mall, Nissan,
    BMW, DFSK, Mitsubishi, Prestige Image Motorcars, dan Gesits.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.