Mobil Listrik Ngetren, Mazda Justru Kembangkan Diesel

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mazda CX-5 2019. Sumber: carscoops.com

    Mazda CX-5 2019. Sumber: carscoops.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat ini, produsen otomotif berlomba-lomba mengembangkan mobil listrik dan hybrid ketika mesin berbahan bakar diesel mulai ditinggalkan. Namun, ada saja produsen mobil yang mengembangkan mesin diesel. Menurut laporan dari Autocar, Mazda berencana untuk mengambil langkah lebih besar ke pengembangan mesin diesel.

    Mazda menawarkan mesin SkyActiv-D twin-turbo diesel 2.2-liter dalam crossover CX-5, meskipun di pasar Amerika Serikat hanya tersedia pada seri Signature up-spec dengan harga mulai US$ 41.000. SkyActiv-D dijadwalkan untuk membuat jalan ke sedan Mazda6 di masa depan, tetapi Autocar mengutip Bos penelitian dan pengembangan Mazda Eropa Christian Schultze yang mengatakan sebuah pabrik diesel baru akan dibangun tahun depan.

    "Kami tetap mengembangkan mesin diesel," katanya, menurut Autocar. “Pada tahun 2020 kami memiliki pendekatan baru untuk mesin diesel. Kami akan menunjukkan kepada Anda bagaimana mesin diesel yang bersih dan sangat efisien.”

    Tentu saja, Mazda membuat mesin SkyActiv-X awal tahun ini, yang pada dasarnya menggabungkan sistem pengapian standar dari sebuah pabrik mesin bensin dengan desain pengapian-kompresi dari diesel. Proyek ini berjalan dengan hasil sementara output tenaganya 177 tenaga kuda (132 kilowatt) dan torsi 165 pound-kaki (224 Newton-meter) tidak dramatis, mesin memiliki jarak tempuh sekitar 44 mil per galon di Eropa. Hanya laporan itu tidak menawarkan detail tentang mesin diesel baru Mazda.

    Sementara itu, Mazda tidak mengabaikan tren mesn listrik. Pabrikan Jepang ini memang agak lambat ke menggarap elektrifikasi, tetapi mesin EV yang diproduksi secara massal dijadwalkan untuk debut minggu depan menjelang Tokyo Motor Show 2019.

    MOTOR1


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.