Afridza Munandar Ungkap Alasan Gagal Naik Podium Race 2 ATC

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Afridza Munandar dengan motor bernomor 4 nyaris bisa meraih kemenangan Asia Talent Cup di Sirkuit Chang, Buriram, Thailand. Dok Astra

    Afridza Munandar dengan motor bernomor 4 nyaris bisa meraih kemenangan Asia Talent Cup di Sirkuit Chang, Buriram, Thailand. Dok Astra

    TEMPO.CO, JakartaAfridza Munandar gagal menapaki podium dalam balapan kedua ajang Asia Talent Cup (ATC) seri kelima di Sirkuit Twin Ring Motegi Minggu 20 Oktober 2019. Pembalap didikan Astra Honda Racing ini hanya mampu finis ketujuh. Pada balapan pertama, Afridza sukses berada di podium kedua. Dengan modal ini, Afridza masih memiliki peluang meraih juara Asia Talent Cup.

    Pembalap asal Bogor ini melakoni balapan pertama pada Sabtu pada posisi kelima hasil kombinasi catatan waktu kualifikasi 1 dan 2 di ATC Motegi. Begitu lampu start menyala, Afridza melakukan start yang kurang mulus, dirinya pun tercecer hingga posisi kedelapan. Perlahan Afridza mulai memperbaiki catatan waktu dan performanya. Perjuangannya tak sia-sia, ketika memasuki 2 lap terakhir, Afridza dapat berjibaku di posisi tiga besar. Dirinya pun mengakhiri balapan dengan raihan podium kedua.

    Pada race kedua, Afridza yang memiliki modal positif di balapan pertama berusaha kembali meraih podium. Sayang, dirinya kembali melakukan start yang kurang mulus. Upaya untuk keluar dari rombongan kedua dan mendekati grup terdepan terus dilakukannya, persaingan Honda NSF250 yang digunakan para pebalap cukup sengit. Hingga akhirnya Afridza harus puas menyelesaikan balapan di posisi ketujuh.

    “Balapan yang sangat sulit di balap kedua ini. Lepas start saya kembali tertinggal seperti di balap pertama. Usaha saya untuk tetap fokus dan mengejar rombongan depan terhalang pebalap lain yang sangat agresif. Hasil ini kurang memuaskan, tapi saya syukuri karena masih punya peluang dalam perburuan gelar juara. Di seri Malaysia saya akan memberikan seluruh kemampuan saya untuk bisa meraih hasil terbaik,” ujar Afridza.

    Hasil klasemen sementara Afridza berada di posisi ketiga dengan raihan 142 poin, terpaut 27 poin dari pimpinan klasemen Takuma Matsuyama dari Jepang dan selisih 12 poin dari Sho Nishimura. Di seri terakhir Malaysia, ada 50 poin yang diperebutkan.

    Nasib kurang beruntung dialami Adenanta Putra tidak dapat menyelesaikan balapan pertama karena mengalami high side. Pada balapan kedua, dirinya mampu menyelesaikan balapan di posisi kedelapan. Meski harus tertatih dengan mengawali start di posisi ke 15, pemuda asal Magetan ini mampu memangkas jarak dengan pembalap-pembalap didepannya.

    “Di balap 2 ini saya berusaha lebih fokus dan tenang. Selepas start, saya mampu berada di rombongan 2 dan bertarung di grup tersebut. Usaha keras saya berbuah hasil posisi 8. Bukan hasil yang saya harapkan, tapi ini akan menjadi motivasi ekstra buat saya menghadapi seri Sepang. Semoga saya bisa memberikan yang terbaik,” ujar Adenanta.

    Pembalap lainnya, Herjun Atna Firdaus, Hildan Kusuma harus puas untuk finis pada posisi 12 dan 14 pada balap kedua ATC Motegi. Petaka menimpa Abdul Mutaqim ketika dirinya harus menyelesaikan balapan lebih awal karena mengalami high side pada lap kedua.

    Deputi GM Marketing, Planning and Analysis AHM Andy Wijaya mengatakan persaingan yang ketat di dua seri terakhir ATC ini dapat mengasah kemampuan dan mentalitas para pebalap muda binaan AHM. Dukungan serta doa masyarakat Indonesia tentu akan menjadi energi tersendiri bagi mereka.

    “Hasil pada balap di ATC Motegi ini tentu dapat menjadi bekal evaluasi untuk menghadapi seri terakhir di Sepang nanti. Perburuan gelar masih terbuka. Meski berusia muda, saya yakin pebalap binaan kami dapat menunjukkan kemampuannya dengan mental juara,” ucap Andy.

    Ajang Asia Talent Cup 2019, masih menyisakan satu seri terakhir yang akan digelar di Sepang International Circuit, Malaysia pada 2 – 3 November 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.