Renault Akan Bangun Pabrik di Indonesia, Kejar Harga Kompetitif?

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Renault Kwid di pameran GIIAS 2019. 25 Juli 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Renault Kwid di pameran GIIAS 2019. 25 Juli 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Persaingan antara produsen otomotif di Indonesia semakin ketat. Sejumlah produsen menyiapkan strategi agar produknya bisa hadir dengan harga yang kompetitif dan laris di pasaran. Pabrikan asal Prancis, Renault dikabarkan akan membangun pabrik di Indonesia.

    Hal tersebut diungkap oleh Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara menyatakan salah satu prinsipal yang telah menyatakan niat membangun pabrik di Indonesia adalah Renault dari Perancis. Sejauh ini, mobil Renault yang dijual di Indonesia didatangkan dengan skema impor utuh.

    “Yang baru adalah Renault dari Perancis, meskipun sekarang masih impor CBU [completely built up/impor utuh] dan dipasarkan di sini,” katanya kepada Bisnis, Senin 21 November 2019.

    Dia menambahkan, sat ini Renault masih menyiapkan jaringan dealer terlebih dahulu untuk membentuk jaringan dan pasar di Indonesia. Menurutnya, apabila pasar Indonesia dinilai cukup prospektif maka realisasi investasi pembangunan pabrik itu akan terwujud.

    Renault memiliki jagoan yang diprediksi bisa sukses di pasaran jika harganya kompetitif yaitu MPV Renault Triber. Di India, produk ini cukup lumayan menggebrak pasar. 

    Saat ini, Renault masuk ke Indonesia melalui PT Maxindo Renault Indonesia (MRI) sebagai agen tunggal pemegang merek (ATPM). MRI merupakan bagian dari Nusantara Maxindo Group. Sebelumnya, Renault berada di bawah payung Indomobil Group. Saat berita ini diturunkan belum ada penjelasan dari MRI.

    Selain itu, dia mengatakan bahwa Toyota melalui PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) berencana untuk mendirikan pabrik baru di Indonesia yang dikhususkan untuk produksi mobil listrik. Namun, belum ada kepastian kapan hal itu akan direalisasikan.

    “Kalau tidak salah juga TMMIN juga pernah berminat untuk mobil listrik tapi kapannya belum tahu,” ujarnya.

    Sampai dengan kuartal III/2019 realisasi penanaman modal asing (PMA) ke industri otomotif baru mencapai US$365,71 juta. Adapun, penanaman modal dalam negeri (PMDN) tercatat baru mencapai Rp92,98 miliar.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.