Renault Diisukan Akan Bangun Pabrik Lokal, Ini Kata Bos Maxindo

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Renault Triber resmi diperkenalkan di GIIAS 2019. Sudah bisa dipesan dengan tanda jadi Rp 3 juta. 18 Juli 2019. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    Renault Triber resmi diperkenalkan di GIIAS 2019. Sudah bisa dipesan dengan tanda jadi Rp 3 juta. 18 Juli 2019. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    TEMPO.CO, JakartaRenault yang saat ini pegang oleh PT Maxindo Renault Indonesia (MRI) disebut-sebut akan membangun pabrik di Indonesia. Namun CEO PT Maxindo Renault Indonesia Davy J Tuilan menyatakan belum ada keputusan secara detail, apakah untuk produksi kendaraan terurai lengkap (complete knock-down/CKD) atau tidak lengkap (incomplete knock-down/IKD). "Belum diputuskan karena nanti ada aturan IKD baru," ujar Davy kepada Bisnis, Senin 21 Oktober 2019.

    Produsen otomotif asal Prancis ini telah lama dikabarkan akan membangun fasilitas produksi di dalam negeri. Saat ini kendaraan Renault banyak didatangkan dari India. Harga kendaraan yang didatangkan dari Negeri Bolliwood tergolong kompetitif seperti misalnya Renault Triber yang telah dipasarkan di Tanah Air.

    Merek lainnya, Toyota juga akan melakukan produksi kendaraan listrik pada 2022. Warih Andang Tjahjono, Presiden Direktur PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) sebelumnya mengatakan untuk memproduksi kendaran berteknologi listrik yakni hibrida, perusahaan akan menggunakan lini produksi yang sudah ada dengan beberapa modifikasi sesuai dengan kebutuhan. "Produksi pertama tahun 2022. Prioritasnya model sport utility vehicle dan multi purpose vehicle," ujarnya.

    Toyota diketahui telah menyatakan komitmen investasi senilai Rp28 triliun pada periode 2019-2023 termasuk untuk mendukung pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Komitmen investasi itu juga ditunjang oleh ketersedian beragam lini produk kendaraan listrik seperti hibrida hingga fuel cell.

    Warih menegaskan, pada tahap awal disamping terus meningkatkan pemahaman kendaraan listrik bagi konsumen domestik, perusahaan juga melihat tren pasar ekspor. Menurutnya, tren global saat ini mengarah pada kendaraan lebih irit bahan bakar.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.