Ekspor Mobil CBU Lewat IPCC, Toyota Teratas Mitsubishi Kedua

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani didampingi Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat akan melepas mobil yang akan diekspor setelah peluncuran aturan penyederhanaan ekspor kendaraan utuh di Dermaga PT Indonesia Kendaraan Terminal, Jakarta, Selasa, 12 Februari 2019. Dengan adanya kemudahan yang diberikan pemerintah, diharapkan defisit neraca perdagangan bisa diatasi dengan menggenjot ekspor. TEMPO/Tony Hartawan

    Menteri Keuangan Sri Mulyani didampingi Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat akan melepas mobil yang akan diekspor setelah peluncuran aturan penyederhanaan ekspor kendaraan utuh di Dermaga PT Indonesia Kendaraan Terminal, Jakarta, Selasa, 12 Februari 2019. Dengan adanya kemudahan yang diberikan pemerintah, diharapkan defisit neraca perdagangan bisa diatasi dengan menggenjot ekspor. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, JakartaEkspor mobil completely built up (CBU) melalui PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. mengalami peningkatan dua digit sepanjang Januari—September 2019. Penjualan tertinggi pada produk Toyota. Aktivitas ekspor di terminat internasional tercatat naik 27,95 persen secara tahunan, dari 184.223 unit menjadi 235.721 unit.

    Dari total ekspor CBU, 147.806 unit di antaranya merupakan mobil merek Toyota. Dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, jumlah itu meningkat 5,47 persen. Dengan demiian, pangsa pasar ekspor Toyota mencapai 62,7 persen.

    Adapun, jenis kendaraan yang di ekspor Toyota dari Indonesia yang masuk dalam tiga besar ekspor ialah model Fortuner, Rush, dan Avanza dengan porsi masing-masing sebesar 25,25 persen, 24,76 persen, dan 15,11 persen.

    Di peringkat kedua, Mitsubishi tercatat mengapalkan mobil sebanyak 43.168 unit, disusul Suzuki dengan jumlah mencapai 26.736 unit. Selanjutnya, tercatat merek Daihatsu sebanyak 11.447 unit, Honda sebanyak 5.431 unit, dan Chevrolet 800 unit.

    Ekspor Mitsubishi masih berasal dari model Expander dengan porsi ekspor sebesar 18 persen. Jumlah ekspor Expander meningkat hingga 200 persen dibandingkan dengan jumlah ekspor pada periode yang sama tahun lalu.

    Sementara itu, ekspor Suzuki dengan pangsa pasar ekspor 11 persen ditopang oleh model Ertiga dengan porsi 71,72 persen, APV dengan porsi 16,48 persen dari total ekspor CBU Suzuki. Adapun sisanya dikontribusi oleh model lain seperti Swift dan Carry.

    Di sisi lain ekspor Daihatsu, ditopang oleh model Gran Max sedangkan Honda masih mengandalkan model Brio. Adapun, Chevrolet mengandalkan Captiva alias Wuling Almaz (versi Indonesia) untuk CBU ekspornya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.