Begini Strategi Mahindra Menggarap Pasar Mobil Penumpang

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahindra Scorpio resmi masuk Indonesia, Bogor, 17 Oktober 2019. Model ini dipasarkan RMA Indonesia. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    Mahindra Scorpio resmi masuk Indonesia, Bogor, 17 Oktober 2019. Model ini dipasarkan RMA Indonesia. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasar roda empat Indonesia kembali kedatangan pemain baru asal India yakni Mahindra. Mereka menyadari bahwa pasar mobil di Indonesia sudah ada yang mengusai terutama dari merek Jepang.

    Head of International Operations, Automotive, Mahindra & Mahindra Ltd, Joydeep Moitra mengaku percaya diri untuk ikut bersiang dengan strategi yang dimilikinya. Yang pertama Mahindra akan fokus pada apa yang mereka anggap sudah ranahnya.

    Yang pertama strategi mereka adalah terkait target konsumen. Mereka mengawali penjualannya bukan untuk pasar retail melainkan fleet alias borongan.

    "Produk ini sangat andal. Kami mengetahui ada cara untuk membedakan produk ini dengan yang lain. Ini akan cocok untuk target konsumen tertentu. Kami sebelumnya sudah mengidentifikasi target konsumen yang sangat spesifik, pembeli fleet, perusahaan perkebunan, pertambangan dan lainnya. Itu yang akan kami tuju," ujar Moitra kepada wartawan di Bogor, beberapa waktu lalu.

    Lalu strategi berikutnya adalah terkait produk. Mahindra melalui distributor resminya di Indonesia yakni RMA meluncurkan jenis mobil pikap (mobil komersial) yakni Scorpio. Mereka akan fokus pada produk disegmen pikap.

    "Kami ingin memulai dari CV (commercial vehicle/mobil komersial) Anda pasti tahu Indonesia adalah negara sangat besar. Membangun jaringan dealer dan purnajual butuh waktu. Tim juga butuh established network. Jadi kami mulai dari CV dulu," tutur Moitra.

    "Sambil jalan kami akan terus memantau passanger car (mobil penumpang). Kami juga harus melihat perakitan lokal dan itu adalah proyek lebih rumit lagi. Saat kami masuk ke passanger car kami harus melakukan perakitan lokal," pungkasnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.